Fuad: Penurunan IHSG Kombinasi Global dan Profit Taking

Fuad: Penurunan IHSG Kombinasi Global dan Profit Taking

- detikFinance
Rabu, 28 Okt 2009 19:36 WIB
Fuad: Penurunan IHSG Kombinasi Global dan Profit Taking
Jakarta - Penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi pada perdagangan hari ini disebabkan kombinasi pengaruh melemahnya bursa global dan juga aksi ambil untung (profit taking) dari para pelaku pasar.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Fuad Rahmany ketika ditemui di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (28/10/2009).

"Perkembangan dunia karena pengaruh global, kombinasi perkembangan global dan aksi profit taking, jadi campur-campurlah dan yang namanya market memang begitu. Waktu itu naiknya cepat, pasti ada turunnya," jelasnya.

Pada perdagangan Rabu (28/10/2009), IHSG ditutup merosot hingga 69,887 poin (2,88%) ke level 2.355,314. Indeks LQ 45 ambles 14,234 poin (2,99%) ke level 461,799. IHSG pada hari ini sempat mencapai titik terendahnya di 2.336,797.

Fuad mengatakan penurunan tersebut bukan karena kinerja emiten di lantai bursa yang tidak sesuai harapan, karena menurutnya kinerja emiten di bursa dalam negeri cukup bagus.

"(Kinerja emiten) lebih baik dari yang diharapkan, kemarin indeks sudah naik cukup tinggi, tumbuhnya cepat sekali. Kalau sekarang turun dari 2.500 ke 2.300, menurut saya 2.300 sudah cukup tinggi. Jangan dianggap itu anjlok," ujarnya.

Selain itu, mengenai rumor pemeriksaan repo saham grup Bakrie, Fuad mengatakan Bapepam tidak mencurigai adanya pelanggaran sehingga tidak perlu dilakukan pemeriksaan. Menurut Fuad, repo saham merupakan hal normal.

Dan dia juga membantah jika repo saham grup Bakrie mendorong anjloknya IHSG. "Itu tergantung market melihatnya. Sebagai regulator saya lihat tidak ada masalah. Kalau market anggap itu masalah, ya itu urusan market. Pasti itu terkait ekspektasi mereka terhadap BUMI dan lainnya," pungkasnya.
(dnl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads