Pada perdagangan Kamis (29/10/2009), nilai tukar rupiah dibuka stabil di level 9.690 per dolar AS.
Pelemahan rupiah terjadi bersamaan dengan trend penguatan dolar AS di pasar. Investor kembali merengkuh mata uang yang aman di tengah-tengah kondisi pasar finansial yang kembali merosot.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Euro terus kehilangan nilainya setelah gagal bertahan di level 1,5000 dolar karena terjadinya pembalikan yang tajam dari risk appetite dan kekhawatiran seputar masalah pertumbuhan ekonomi," uar ohn Rivera, analis dari Forex Capital Markets seperti dikutip dari AFP.
Ekonom dari BII Samuel Ringoringo menilai, jika melihat trend indeks dolar AS sejak 10 tahun terakhir, maka terlihat dolar AS memang cenderung melemah terhadap hard currencies. Hal ini dikarenakan defisit AS masih menganga lebar, sementara pembiayaan defisit berasal dari utang obligasi. Dan yang membeli mayoritas obligasi itu kini masih Bank Sentral AS (The Fed), sehingga dalam 10 tahun terakhir dolar AS terus melemah.
Terkait dengan penguatan dolar AS yang sering terjadi secara tiba-tiba, Samuel melihat hal itu teradi karena setiap penerbitan obligasi, dana global ikut masuk dengan alasan hedging mengingat US Treasury Bills kin masih dianggap risk free.
"Disamping itu, sentimen rencana kenaikan Fed Rate selalu menarik dana-dana asing untuk berburu US TBills. Kedua hal itu ditambah dengan profit taking pasca rally panjang stock market membuat pasar memerah dalam beberapa hari terakhir," urainya.
Faktor lain pemicu volatilitas kurs rupiah, lanjut Samuel, adalah tingginya BI Rate yang dipatok BI sehingga membuat dana-dana asing betah tinggal di Indonesia.
"Kita punya selisih BI Rate-inflasi saat ini 3% lebih. Bandingkan dengan regional yang kisarannya 1-2% saja," pungkasnya.
Samuel melihat, jika BI membiarkan saja kondisi sekarang, maka nilai tukar rupiah bisa melemah lagi hingga 9.700-9.800 per dolar AS. Namun untuk akhir tahun, diperkirakan nilai tukar rupiah akan tetap berada di kisaran 9.400-9.600 per dolar AS.
(qom/qom)











































