Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Kamis, 29 Okt 2009 09:00 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones: Bursa US masih terus melemah seiring dengan penurunan pada penjualan rumah baru yang menambah kekhawatiran bahwa rally yang sebelumnya terjadi hanya bayang-bayang pemulihan ekonomi. Dolar menguat terhadap sebagian besar mata uang dan treasuri naik, sementara minyak dan logam turun.

Alcoa Inc., Caterpillar Inc., dan Intel Corp. turun sedikitnya 3.6% dan memimpin penurunan Dow Jones. Lennar Corp. dan D.R. Horton Inc. turun lebih dari 5.8% setelah Departemen Perdagangan mengatakan penjualan rumah baru turun 3.6% di bulan September. Saham Eropa dan Asi turun setelah perusahaan – perusahaan melaporkan pendapatn yang tidak sesuai ekspektasi. Indeks S&P 500 (-2%) 1,042.63 dan Dow Jones (-1.2%) 9,762.69.

Regional Pagi: Saham-saham Jepang turun di awal perdagangan Kamis di Tokyo, setelah merosotnya penjualan rumah baru di AS, menambah kekhawatiran akan kemampuan recovery ekonomi. Penurunan juga disebabkan menguatnya yen. Penguatan dipimpin oleh saham produsen otomotif dan minyak. Inpex Corp.(-2.5%) Nissan Motor Co.(-2.9%).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, Japan Airlines Corp (+3.6%) setelah Nikkei melaporkan bahwa pemerintah Jepang tengah mempertimbangkan untuk memberikan jaminan bagi maskapai yang tengah mengalami krisis. Nikkei 225 (-2%) 9,873.95, pelemahan di bawah 10,000 untuk pertama kalinya sejak 9 Oktober. Topix (-1.5%) 875.47. S&P/ASX 200 (-1.8%) 4597.1 Kospi (-2.6%) 1567.41 STI (-1.57%) 2,607.42.

Commodity: Crude oil turun untuk hari keduanya di New York setelahlaporan pemerintah kemarin yang menunjukkan persediaan gasoline US naik diluar prediksi dan persediaan crude naik ke tertingginya dua bulan.

Kemarin, Oil turun paling banyak selama sebulan dipicu persediaan gasoline naik jadi 1.62 juta barrel pekan lalu. Selain itu dollar menguat terhadap euro. Crude oil untuk pengiriman Desember turun 43 cent (- 0.6%) $77.03 per barrel di NYME. Crude Oil (-0.01%) $77.5/MT, Gold (+0.37%) $1.032/oz, CPO (-1.5%) $675/MT, Nickel (-4.6%) $17.800/MT, Tin (-4.8%) $14.650/MT.

Corporate news

BNBR: Saham Grup Bakrie Anjlok,

Hingga Juni, outstanding repo Grup Bakrie mencapai Rp582 miliar sedangkan cadangan kas BNBR mencapai Rp743,7 miliar. Grup Bakrie menggadaikan saham dari perusahaan-perusahaan sebagai jaminan atas pembelian kembali. Jika harga saham jatuh, dimungkinkan adanya tambahan jaminan penggadaian sahamnya. Dileep Srivastava mengatakan repo tersebut masih dalam hal praktik bisnis yang masih wajar namun resikoanya saling mempengaruhi stau sama lain.

DOID: Akan Lego 38% Saham

DOID akan menjual 2,58 miliar ( 38% )saham melalui private placement kepada pasar dengan opsi tambahan 980 juta (14,43%) saham jika oversubcribed. PT CLSA Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, PT Deutsche Securities dan PT Macquarie ditunjuk mengelola penjualan tersebut. Disinyalir harga penawarannya Rp1.700-1.800/saham. Kabarnya, Northstar Pacific Partners Ltd berpotensi akuisisi 40% saham DOID.

INDF: Salim Ivomas Investasi Lahan US$180 Jt

Anak usaha INDF, Salim Ivomas akan menggelontorkan US$137,5-180 juta atau Rp1,8 triliun di 2010 guna membiayai penanaman lahan baru sawit seluas 25-30 ribu ha di Sumsel dan Kaltim. Pendanaan berasal dari EBITDA yang mencapai Rp1,24 triliun per 31 Mei09. Selain itu, Salim mematok capex FY10 sebesar Rp250 miliar. Sementara itu, INDF segera mengalihkan seluruh saham dan pinjaman tanpa bunga di lima anak usahanya ke PT Indofood Consumer Branded ProductsSukses Makmur serta merger lima anak usahanya tersebut jadi satu badan usaha.
Β 
UNTR: Mungkin Tunda Akuisisi Dua Penambang

UNTR kemungkinan akan menunda rencana akuisisi dua perusahaan tambang batubara tahun ini. Pasalnya, hingga saat ini perseroan belum menyelesaikan meneliti kandungan kalori batubara di areal pertambangan tersebut.
Β 
ELSA: Negosiasi Akuisisi Alami Deadlock

Negosiasi akuisisi 37,15% saham ELSA antara PT Tridaya dan Konsorsium Saratoga mengalami deadlock. Recapital Advisor belum memastikan target penyelesaian akuisisi serta kesepakatan harganya.
Β 
Earnings Watch

AALI: Laba Bersih 9M09 Terpangkas 41,4% yoy

Laba bersih AALI 9M09 terpangkas 41,4% yoy dari Rp2,13 triliun jadi Rp1,25 triliun karena turunnya harga jual CPO (-20,8% yoy) dari Rp7.995/kg jadi Rp6.336/kg. Penjualan 9M09 turun 18,4% yoy dari Rp6,76 triliun jadi Rp5,46 triliun sedangkan EBIT -38,5% yoy dari Rp3,11 triliun jadi Rp1,91 triliun. Sementara, volume penjualan CPO +8,8% yoy dari 706.148 ton jadi 767.949 ton. Produksi CPO +6,9% yoy dari 735.500 jadi 785.950 ton.

BNGA: Laba Bersih 9M09 Naik 41,3% yoy

Pendapatan bunga BNGA 9M09 naik 23,3% yoy dari Rp6,9 triliun jadi Rp8,7 triliun sedangkan pendapatan bunga bersih +31,3% yoy dari Rp3,4 triliun jadi Rp4,5 triliun. EBIT +45,5% yoy dari Rp1,16 triliun jadi RpRp1,69 triliun dan laba bersih +41,3% yoy dari Rp2,3 triliun jadi Rp3,25 triliun.
Β 
PNBN: Laba Turun Tipis 6,99%

Pada 3Q09, PNBN mencatat penurunan laba bersih 6,99% menjadi Rp 625 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 672 miliar.

Rumor:

Harga OKAS berpotensi ke Rp900-1.000/saham. Kabarnya OKAS menjual sebagian sahamnya kepada institusi asing. Perseroan juga dikabarkan akan mengakuisisi satu perusahaan kontraktor tambang migas lokal.

Harga saham CTTH berpotensi ke Rp90/saham. Kabarnya, perusahaan keramik asal Italia akan menggandeng perseroan guna mengakuisisi tambang batu keramik di Sulawesi.

Corporate Actions

Cum date Astra International Tbk ( ASII ) sebesar Rp290/sham, Ex dividen (30/10)
Cum date United Tractors Tbk (UNTR) sebesar Rp130/sham, Ex dividen (30/10)

Technical Picks

BNBR (96) - SELL
BBCA (4600) - SELL
BTEL (110) - SELL
BUMI (2400) – SELL.


(etr/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads