IHSG Tersungkur 100 Poin, Terburuk di Asia

IHSG Tersungkur 100 Poin, Terburuk di Asia

- detikFinance
Kamis, 29 Okt 2009 09:47 WIB
IHSG Tersungkur 100 Poin, Terburuk di Asia
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tenggelam hingga di bawah level 2.300. Anjloknya bursa-bursa regional mengikuti Wall Street tadi malam terus menggerus harga saham-saham di lantai bursa Indonesia.

Pada perdagangan Kamis (29/10/2009), IHSG langsung merosot 108,658 poin (4,71%) ke level 2.246,656. Indeks LQ 45 juga merosot 20,276 (4,39%) ke level 441,523.

Saham grup Bakrie masih mendapatkan tekanan jual yang tinggi, bersamaan dengan saham-saham unggulan lainnya. Saham BUMI tercatat merosot hingga Rp 200 menjadi Rp 2.200 dengan nilai transaksi Rp 226,6 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sulit bagi IHSG untuk rebound hari ini dengan VIX +12%, CDS +6% dan Dow -1.2%. Minggu ini mungkin adalah salah satu minggu terburuk tahun ini bagi IHSG, dan investor membutuhkan data 3Q GDP US positif Kamis ini untuk membalikan trend (reversal) dan melakukan technical rebound. Kesempatan untuk membeli saham-saham bluechips yang terkoreksi tajam mulai bermunculan," urai Mastono Ali, Retail Research Analyst PT CIMB Securities Indonesia.

Bursa-bursa regional juga bergerak melemah.
  • Indeks Komposit Shanghai dibuka merosot 54,58 poin (1,80%) ke level 2.976,75.
  • Indeks Nikkei-225 menutup sesi I dengan penurunan hingga 195,68 poin (1,94%) ke level 9.879,37.
  • Indeks Hang Seng merosot 450,28 poin (2,07%) ke level 21.311,3.

Kemerosotan bursa-bursa regional terjadi setelah Wall Street tadi malam merosot tajam menyusul melorotnya angka penjualan rumah baru.

Pada perdagangan Rabu (28/10/2009), indeks Dow Jones industrial average (DIA) ditutup merosot 119,48 poin (1,21%) ke level 9.762,69. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 20,78 poin (1,95%) ke level  1.042,63 dan Nasdaq merosot 56,48 poin (2,67%) ke level 2.059,61.

"Data penjualan rumah secara jelas menciptakan tambahan penarikan turun di pasar. Banyak orang menyadari bahwa kami dalam koreksi sekarang dan harus hati-hati," uar Mike O'Rourke, kepala analis BTIG di New York seperti dikutip dari Reuters, Kamis (29/10/2009).
(qom/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads