Pada perdagangan Kamis (29/10/2009), IHSG langsung merosot 108,658 poin (4,71%) ke level 2.246,656. Indeks LQ 45 juga merosot 20,276 (4,39%) ke level 441,523.
Saham grup Bakrie masih mendapatkan tekanan jual yang tinggi, bersamaan dengan saham-saham unggulan lainnya. Saham BUMI tercatat merosot hingga Rp 200 menjadi Rp 2.200 dengan nilai transaksi Rp 226,6 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bursa-bursa regional juga bergerak melemah.
- Indeks Komposit Shanghai dibuka merosot 54,58 poin (1,80%) ke level 2.976,75.
- Indeks Nikkei-225 menutup sesi I dengan penurunan hingga 195,68 poin (1,94%) ke level 9.879,37.
- Indeks Hang Seng merosot 450,28 poin (2,07%) ke level 21.311,3.
Kemerosotan bursa-bursa regional terjadi setelah Wall Street tadi malam merosot tajam menyusul melorotnya angka penjualan rumah baru.
Pada perdagangan Rabu (28/10/2009), indeks Dow Jones industrial average (DIA) ditutup merosot 119,48 poin (1,21%) ke level 9.762,69. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 20,78 poin (1,95%) ke level 1.042,63 dan Nasdaq merosot 56,48 poin (2,67%) ke level 2.059,61.
"Data penjualan rumah secara jelas menciptakan tambahan penarikan turun di pasar. Banyak orang menyadari bahwa kami dalam koreksi sekarang dan harus hati-hati," uar Mike O'Rourke, kepala analis BTIG di New York seperti dikutip dari Reuters, Kamis (29/10/2009).
(qom/dro)










































