Demikian disampaikan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (28/10/2009) malam.
Pendapatan perseroan sebesar Rp 5,462 triliun, turun 18,41% dari periode yang sama tahun 2008 sebesar Rp 6,696 triliun. Harga pokok penjualan turun tipis 2,49% menjadi Rp 3,207 triliun dari Rp 3,289 triliun.
Laba kotor tercatat sebesar Rp 2,255 triliun, anjlok 33,81% dari sebelumnya Rp 3,407 triliun. Beban usaha meningkat 14,53% menjadi Rp 342,453 miliar dari sebelumnya Rp 299,001 miliar.
Akibatnya, laba usaha turun semakin dalam sebesar 38,48% menjadi Rp 1,912 triliun dari sebelumnya Rp 3,108 triliun. Pada triwulan III-2009, AALI mencatat beban lain-lain sebesar Rp 43,091 miliar. Periode yang sama tahun lalu, perseroan masih mencatat penghasilan lain-lain sebesar Rp 107,362 miliar.
Hal itu disebabkan oleh rugi kurs sebesar Rp 85,641 miliar, peningkatan beban bunga menjadi Rp 23,959 miliar dari sebelumnya Rp 179 juta, serta penurunan penghasilan bunga sebesar 51,46% menjadi Rp 48,019 miliar dari sebelumnya Rp 98,947 miliar.
Setelah dikurangi pajak, beban pajak dan hak minoritas atas laba bersih anak perusahaan, AALI membukukan laba bersih sebesar Rp 1,248 triliun, anjlok 41,38% dari sebelumnya Rp 2,129 triliun. (dro/dnl)











































