Demikian hal itu dikemukakan oleh Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar usai menghadiri pembukaan National Summit di Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (29/10/2009).
"Ada BUMN yang mendesak untuk ganti pengurus. Tapi untuk yang Tbk (perusahaan terbuka) belum," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, pihaknya juga akan segera mencari direksi serta komisaris baru untuk mengisi kekosongan di sejumlah BUMN, seperti PT Pertamina, PT Krakatau Steel dan PT Pos Indonesia.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pertamina paling banyak ditinggal oleh jajaran komisaris dan direksinya. Komisaris Utama Pertamina Sutanto telah diangkat sebagai Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN), sementara Komisaris Gita Wirjawan menjadi kepala Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Sedangkan Direktur SDM Pertamina, Waluyo, telah ditunjuk untuk menjadi pelaksana tugas (Plt) anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
(ang/dro)











































