Demikian hal itu dikemukakan oleh Direktur Utama Semen Gresik Dwi Soetjipto di sela paparan kinerja triwulan III-2009 di Hotel Crowne, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (29/10/2009).
"Tahun 2010 kita yakin demand tumbuh positif dengan cukup baik, sekitar 5-6 persen. Untuk menjaga pasar, dari sisi volume penjualan kita imbangkan dengan pasar," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pangsa pasar perusahaan plat merah itu di dalam negeri hingga triwulan III-2009 mencapai 45,6 persen, angka itu lebih besar dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya 44 persen.
Hingga akhir tahun 2009, emiten berkode SMGR itu mentargetkan pertumbuhan laba bersih hingga 20 persen. Akhir 2008 lalu, Semen Gresik telah membukukan laba sebesar Rp 2,52 triliun. Dengan kenaikan 20 persen itu maka target raupan labanya sebesar Rp 3 triliun.
Perseroan juga masih melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kapasitas produksinya. Hal itu dilakukan dengan meng-upgrade debottlenecking dan membangun dua pabrik baru di Tuban dan Tonasa.
BUMN semen itu sudah menyiapkan dan sebesar US$ 670 juta untuk pembangunan dua pabrik tersebut, serta US$ 114 juta untuk pembangunan pembangkit di pabrik barunya nanti. Seluruh dananya diambil dari kas internal perseroan.
(ang/dro)











































