Bapepam: IHSG 2.100 Saja Sudah Cukup Bagus

Bapepam: IHSG 2.100 Saja Sudah Cukup Bagus

- detikFinance
Kamis, 29 Okt 2009 14:47 WIB
Bapepam: IHSG 2.100 Saja Sudah Cukup Bagus
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini hancur-hancuran di level 2.300 kena sentimen regional. Namun menurut Ketua Bapepam LK, hal itu terjadi karena IHSG sudah naik tajam menembus 2.500. Padahal IHSG 2.100 saja sudah cukup bagus.

"Kalau 2.500 kan terlalu tinggi banget, 2.100 saja sudah cukup bagus," ujar Fuad saat ditemui di Hotel Ritz Carlton, kawasan SCBD, Jakarta, Kamis (29/10/2009).

Indeks Harga Saham Gabungan menembus level tertingginya sepanjang tahun 2009 pada 9 Oktober, ketika menembus 2.528. Namun sejak sepekan terakhir, IHSG terus merosot dan hari ini bahkan sempat merosot jauh 108,658 poin (4,71%) ke level 2.246,656.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fuad menilai, penurunan IHSG pada hari ini meskipun tercatat sebagai yang terburuk di Asia sebagai hal yang wajar. Hal ini dikarenakan pertumbuhan IHSG sebelumnya juga terlalu cepat.

"Jadi kalau ada profit taking dan kalau ada perkembangan-perkembangan lainnya, jadi biasa aja. Kalau ada pengaruh global, regional dan domestik juga biasa saa," tegasnya.

Ia menegaskan, pelaku pasar harus belajar jika ada kenaikan ataupun penurunan yang cepat seperti yang terjadi sepanjang tahun ini.

"Kita sudah sampai ke 2.500 saja sudah tinggi banget pada Januari dan Februari, jadi itu biasa saja," ujar Fuad santai.

Kepada para investor, Fuad mengimbau agar lebih cermat. Ia mengaku sudah memberikan wejangan kepada investor untuk berhati-hati sejak dulu.

"Nggak usah panik, ini perkembangan dunia. Biasa. Selama ini indeks kita yang tumbuhnya paling cepat. Intinya nggak usah panik," imbuhnya lagi.

Saat ditanya mengenai grup Bakrie apakah yang menjadi penyebab kemerosotan IHSG, Fuad enggan menjawabnya. "Biar analis saja yang ngomong," ketusnya.

Yang pasti, mengenai masalah repo PT Bakrie & Brothers Tbk, Bapepam tidak akan mengurusinya. Semua hal yang berkaitan dengan pencarian pembiayaan diserahkan kepada emiten bersangkutan.

"Jadi semua yang berhubungan dengan emiten kita itu urusan mereka masing-masing, saya serahkan pada mekanisme pasar saja," pungkasnya.

(qom/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads