Aksi panik jual dan dugaan forced sell sempat memaksa IHSG turun lebih dari 100 poin pada awal perdagangan. Namun memasuki sesi II, aksi jual mereda meski IHSG masih ditutup di teritori negatif.
Rebound saham-saham grup Bakrie dan saham unggulan lainnya membantu IHSG keluar dari jeratan kemerosotan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelemahan IHSG terjadi bersamaan dengan bursa regional yang hari ini juga masih memerah mengikuti kemerosotan Wall Street tadi malam. Indeks Nikkei-225 bahkan untuk pertama kalinya sejak 8 Oktober turun di bawah level 10.000.
- Indeks Komposit Shanghai tercatat turun 70,86 poin (2,34%) ke level 2.960,47.
- Indeks Hang Seng merosot 496,59 poin (2,28%) ke level 21.264,99.
- Indeks Nikkei-225 merosot 183,95 poin (1,83%) ke level 9.891,10.
- Indeks KOSPI turun 23,86 poin (1,48%) ke level 1.585,85.
"Sesi Wall Street berikutnya menjadi sangat penting. Para pialang menunggu untuk melihat bagaimana pasar AS akan bereaksi terhadap data PDB," uar Yumi Nishimura, analis dari Daiwa Securities SMBC seperti dikutip dari AFP.
Perdagangan berjalan cukup aktif, dengan frekuensi transaksi sebanyak 124.047 kali pada volume 7.278 juta lembar saham senilai Rp 6,299 triliun. Sebanyak 89 saham naik, 109 saham turun dan 58 saham stagnan.
Saham-saham yang masih berkutat di top loser antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.050 menjadi Rp 20.850, United Tractor (UNTR) naik Rp 450 menjadi Rp 14.750, BRI (BBRI) turun Rp 150 menjadi Rp 7.150, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) turun Rp 200 menjadi Rp 10.200, Telkom (TLKM) turun Rp 100 menjadi Rp 8.250.
Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Bumi Resources (BUMI) naik Rp 75 menjadi Rp 2.475, Astra International (ASII) naik Rp 50 menjadi Rp 32.000, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 50 menjadi Rp 4.575, PTBA naik Rp 50 menjadi Rp 14.800.
(qom/dro)











































