Kenaiknan laba bersih ini dipicu oleh pendapatan perseroan yang juga merangkak naik sebesar 154,317 miliar.
Hal ini disampaikan pada info keterbukaan yang diterbitkan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/10/2009).
Pendapatan Lippo Karawaci di triwulan III-2009 tercatat Rp 1,961 triliun, naik tipis 8,52% dibandingkan periode yang sama tahun 2008 sebesar Rp 1,807 triliun. Beban pokok penjualan juga naik 20,46% dari posisi sampai triwulan III-2009 sebesar Rp 865,95 miliar menjadi Rp 1,042 triliun di triwulan III-2009.
Hal ini menyebabkan laba kotor ikut turun menjadi Rp 919,68 miliar di triwulan III-2009 dari posisi pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 941,70 miliar. Namun untuk beban usaha pada periode September 2009, tercatat menurun 6,3% dari 555,85 miliar pada triwulan III-2008 menjadi Rp 520,84 miliar pada trisulan III-2009.
Hal ini mengakibatkan, laba usaha naik tipis Rp 12,989 miliar menjadi Rp 398,84 miliar sampai triwulan III-2009. Sampai triwulan II-2009, Lippo Karawaci mencatatΒ penghasilan lain-lain sebesar Rp15,56 miliar.
Peningkatan beban juga terjadi pada pajak pernghasilan perseroan, yang tercatat 65,23 miliar. Jumlah ini meningkat 7,13% dari periode yang sama tahun lalu, yaitu Rp 60,88 miliar.
(wep/dnl)











































