Kenaikan laba ini didorong oleh kenaikan pendapatan perseroan per 30 September 2009. Sampai akhir bulan lalu tercatat pendapatan sebesar Rp6,554 triliun atau naik 32% dari periode yang sama tahun lalu Rp 4,967 triliun.
Demikian disampaikan Corporate Secretary PT Bukti Asam (Persero) Tbk. Achamd Sudarto dalam keterbukaan informasi Kamis (29/10/2009) malam.
Peningkatan pendapatan dipicu oleh peningkatan harga jual rata-rata batubara di pasar domestik ataupun ekspor selama Januari-September 2009. Namun peningkatan ini tidak diikuti oleh volume penjualan yang terdepresiasi sebesar 6,7% menjadi 8,73 juta ton sampai September 2009, dari posisi yang sama tahun sebelumnya 9,35 juta ton.
Penurunan volume produksi disebabkan menurunnya permintaan pasar internasional sebesar 23,2%. Dari posisi Januari-September 2008 sebesar 3,44 juta ton, saat ini hanya 2,64 juta ton. Komposisi penjualan komiditi tambang ini, pada triwulan III masih didominasi oleh pasar domestik sebesar 70%, sisanya 30% diorientasikan ekspor.
Harga jual tertimbang (rata-rata) batu baru perusahaan berkode emiten PTBA ini, untuk pasar domestik meningkat 57,4% dan berada di level Rp751,428. Sedangkan untuk harga tertimbang pasar ekspor nilainya ditaksir US$ 70 per ton. Harga ekspor ini naik 4,4% dibanding periode sebelumnya.
Pelemahan permintaan pasar internasional, menyebabkan perseroan menurunkan pembelian batubara dari pihak ke-3. Selama Januari-September 2009 pembelian turun 50%, dari 792,156 ton di 2008 menjadi 396,61 ton.
Namun hal ini tidak menyurutkan laba usaha perseroan, karena orientasi penjualan batu bara memang untuk pasar dalam negeri. Laba usaha sampai akhir September 2009, naik 67,5% menjadi Rp 2,962 triliun, dari posisi sebelumnya Rp1,768 triliun.
Setelah dipangkas oleh beban bunga dan beban lainnya, serta potongan pajak penghasilan, maka PTBA mencatat laba bersih mencapai Rp 2,228 triliun.
(wep/dnl)











































