Β
Menurut Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan, tiga anak usahanya tersebut antara lain PT Pertamina Drilling Services Indonesia, PT Pertagas dan PT Pertahulu Energi.
Β
"Nanti yang kita IPO hanya anak usaha hulu. Jadi kami sudah berfikir itu anak perusahaan hulu lebih dulu," katanya usai peluncuran buku "BUMN Membangun Bangsa" di kantor pusat Pertamina, Jakarta, Kamis (29/10/2009) malam.
Β
Menurutnya, dua anak usahanya yang bergerak di bidang usaha gas itu diharapkan bisa tumbuh sebesar PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN/PGAS) yang sudah sukses masuk lantai bursa.
Β
"Ketiganya itu tidak ada leverage, split-nya berbeda dengan anak usaha yang lain. Jadi yang tidak dapat leverage itu yang kita go public," ujarnya.
Β
Ia menambahkan, rencana Pertamina menjadi perusahaan publik yang tidak mencatatkan sahamnya (non listed public company) di Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak terganggu dengan IPO anak usahanya tersebut.
Β
"Itu dilakukan dalam rangka menjaga transformasi dan supaya financial governance terjaga," tambahnya.
Β
Perusahaan plat merah itu sendiri berencana masuk lantai bursa setelah 3 tahun menjadi non listed public company, atau sekitar tahun 2013.
(ang/qom)











































