Anjloknya pencapaian laba bersih ini adalah karena turunnya nilai penjualan perseroan pada sembilan bulan pertama tahun 2009 yang hanya sebesar US$ 526,2 juta (50.687 metrik ton), dari periode yang sama tahun 2008 yang sebesar US$ 1,132 miliar (19.803 metrik ton).
"Produksi perseroan pada triwulan ketiga 2009 sedikit terpengaruh oleh terhentinya pengoperasian salah satu tanur listrik yang disebabkan oleh kebocoran logam panas pada tanggal 7 September yang lalu. Tanur ini sekarang telah beroperasi kembali secara normal dan strategi mitigasi risiko telah berhasil diterapkan," ujar Presiden Direktur INCO Arif Siregar dalam siaran pers yang diterima detikFinance , Jumat (30/10/2009).
Harga pokok penjualan nikel pada sembilan bulan pertama tahun 2009 turun 40,9 persen menjadi US$ 373,8 juta dibandingkan dengan US$ 632,8 juta pada sembilan bulan pertama tahun 2008.
Penurunan yang signifikan ini disebabkan oleh berkurangnya konsumsi dan penurunan harga bahan bakar dan juga penurunan komponen-komponen biaya utama lain seperti kontrak dan jasa, royalti dan biaya karyawan.
(dnl/qom)











































