Demikian disampaikan dalam siaran persnya, Minggu (1/11/2009).
SMCB membukukan penjualan sebesar Rp 4,1 triliun, naik 8,3% dari sebelumnya Rp 3,8 triliun. Peningkatan penjualan tersebut mendorong naiknya arus kas operasi bersih sebesar 79%.
"Kemampuan kas yang kuat ini cukup untuk mengurangi utang jangka panjang sebesar 40% hingga tersisa sebesar Rp 1,89 triliun," ujar Direktur Utama SMCB, Eamon Ginley.
Selain itu, kas juga digunakan untuk mendanai investasi peningkatan kapasitas produksi perusahaan melalui akuisisi pabrik di Malaysia. Ginley mengatakan, meskipun biaya energi mengalami peningkatan, namun perseroan masih berhasil meningkatkan EBITDA sebesar 6% menjadi Rp 1,165 triliun.
SMCB juga baru saja menerima penghargaan PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia pada 15 Oktober lalu. Penghargaan ini adalah untuk yang kelima kalinya diterima perseroan.
(dro/dro)











































