Demikian disampaikan dalam laporan keuangan perseroan, Minggu (1/11/2009).
Hingga triwulan III-2009, ANTM membukukan pendapatan sebesar Rp 6,267 triliun, turun 17,27% dibanding periode yang sama tahun 2008 sebesar Rp 7,576 triliun. Beban pokok penjualan mengalami kenaikan sebesar 13,95% menjadi Rp 5,529 triliun dari sebelumnya Rp 4,852 triliun.
Akibatnya, laba kotor mengalami penurunan tajam sebesar 72,9% menjadi Rp 737,833 miliar dari sebelumnya Rp 2,723 triliun. Pos beban usaha berhasil ditekan menjadi Rp 400,607 miliar, turun 40,12% dari sebelumnya Rp 669,126 miliar.
Namun perseroan masih mencatat penurunan semakin tajam pada pos laba usaha sebesar 83,58% menjadi Rp 337,225 miliar dari sebelumnya Rp 2,054 triliun. POs penghasilan lain-lain juga tidak mencatat perolehan besar.
ANTM membukukan penghasilan lain-lain sebesar Rp 20,132 miliar, turun 91,18% dari sebelumnya Rp 228,272 miliar. Penurunan terutama disebabkan oleh kerugian kurs sebesar Rp 183,276 miliar.
Setelah dikurangi pajak, ANTM mencatat laba bersih sebesar Rp 292,660 miliar, anjlok 81,97% dari sebelumnya Rp 1,624 triliun.
(dro/dro)











































