Dana hasil penerbitan obligasi global ini akan digunakan untuk investasi pengembangan transmisi, distribusi untuk menambah kapasitas sekaligus mengurangi pemadaman.
"Global bond tersebut bertenor 10 tahun, kupon 7,75 % dan yield 7 7/8, Hal ini lebih baik 25 basis poin dari emisi pada bulan Agustus yang lalu," ujar Direktur Utama PT PLN Persero, Fahmi Mochtar dalam pesan singkatnya kepada detikFinance, Minggu (1/11/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan tipe investor, rincian pembeli obligasi global PLN adalah 45% asset managers/hedge funds, 21% banks, 15% perusahaan asuransi dan dana pensiun, 14% ritel, dll.
Fahmi menambahkan, meskipun saat ini kondisi pasar yang volatile serta banyaknya suplai, namun karena kepercayaan investor terhadap Indonesia dan PLN maka book order yang diperoleh juga tinggi.
(epi/qom)











































