Mengawali perdagangan, IHSG langsung merosot tajam, dengan hanya 1 saham naik. Kemerosotan IHSG terjadi menyusul amblesnya bursa-bursa regional. IHSG pun terus konsisten bergerak di teritori negatif hampir sepanjang perjalanan, sebelum akhirnya berbalik arah di detik-detik terakhir.
Dan pada perdagangan Senin (2/11/2009), IHSG akhirnya ditutup menguat tipis 3,941 poin (0,17%) ke level 2.371,642. Indeks LQ 45 juga menguat 1,520 poin (0,33%) ke level 465,719. IHSG pada hari ini berada di titik terendahnya di 2.294,556, melemah 73,145 poin (3,09%).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Indeks Hang Seng melemah 132,68 poin (0,61%) ke level 21.620,19.
- Indeks Nikkei-225 merosot 231,71 poin (2,31%) ke level 9.802,95.
- Indeks Komposit Shanghai naik 80,80 poin (2,70%) ke level 3.076,65.
- Indeks KOSPI melemah 21,60 poin (1,37%) ke level 1.559,09.
- Indeks S&P/ASX merosot 102,8 poin (2,21%) ke level 4.540,4.
Perdagangan berjalan moderat, dengan frekuensi transaksi mencapai 82.159 kali pada volume 4.673 juta lembar saham senilai Rp 3,803 triliun. Sebanyak 62 saham naik, 128 saham turun dan 55 saham stagnan.
Saham-saham perbankan bergerak menguat setelah pengumuman inflasi yang hanya 0,19% pada Oktober. Saham BRI (BBRI) naik Rp 150 menjadi Rp 7.250,Β Bank Danamon (BDMN) naik Rp 50 menjadi Rp 4.600, BCA (BBCA) naik Rp 25 menjadi Rp 25 menjadi Rp 4.600, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 25 menjadi Rp 4.700.
Saham-saham lain yang naik di top gainer antara lain Bumi Resources (BUMI) naik Rp 50 menjadi Rp 2.425, Adaro Energy (ADRO) naik Rp 40 menjadi Rp 1.580, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.150 menjadi Rp 15.450.
Sementara saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 250 menjadi Rp 31.050, Telkom (TLKM) turun Rp 150 menjadi Rp 8.250, United Tractor (UNTR) turun Rp 150 menjadi Rp 14.850, PTBA turun Rp 350 menjadi Ro 14.850, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 300 menjadi Rp 22.450.
(qom/dro)











































