Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan, hingga triwulan III-2009 GGRM mencatat laba Rp 2,475 triliun, melonjak 64,67% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1,503 triliun.
Pesaing utamanya, HMSP juga menoreh laba sebesar Rp 3,688 triliun, naik 15,72% dibanding periode yang sama tahun 2008 sebesar Rp 3,187 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski mengalami penurunan tipis, namun GGRM berhasil menekan pos beban pokok penjualan sebesar 6,91% dan beban usaha sebesar 4,1%, sehingga berhasil mengangkat pos laba secara signifikan. Penjualan HMSP juga mengalami kenaikan 9,95% menjadi Rp 28,370 triliun dari sebelumnya Rp 25,802 triliun.
Total penjualan dua emiten rokok kretek ini mencapai Rp 51,09 triliun, naik 5,1% dari sebelumnya Rp 49,380 triliun. Laba dua emiten ini mencapai Rp 6,163 triliun, naik 31,4% dari sebelumnya Rp 4,690 triliun.
Berlawanan dengan itu, kinerja dua emiten berbasis rokok putih terpuruk. BATI mencatat penjualan sebesar Rp 314,031 miliar, turun 19,26% dari sebelumnya Rp 388,962 miliar. BATI mencatat rugi Rp 126,174 miliar, membengkak dari kerugian di periode yang sama tahun 2008 sebesar Rp 31,724 miliar.
RMBA juga mencatat penurunan penjualan 2,6% menjadi Rp 4,313 triliun dari sebelumnya Rp 4,431 triliun. Laba RMBA juga anjlok tajam 80,43% menjadi Rp 24,815 miliar dari sebelumnya Rp 126,855 miliar.
Total penjualan dua emiten rokok putih ini sebesar Rp 4,627 triliun, turun 3,98% dari sebelumnya Rp 4,819 triliun, sedangkan hingga triwulan III-2009, BATI dan RMBA mencatat rugi Rp 101,359 miliar. Pada periode yang sama tahun lalu, BATI dan RMBA masih mencatat laba Rp 95,131 miliar.
(dro/qom)










































