Demikian diungkapkan Corporate Secretary DGIK Djohan Halim di Sari Kuring kawasan SCBD Jakarta Selesa (3/10/2009).
Ia menerangkan, perseroan percaya diri target pencapaian proyek akan terealisir sampai akhir tahun ini. "Kami sudah terima kontrak baru Rp 1 triliun, sisa kontrak Rp 700 miliar akan terealisasi dalam proyek pemerintah berupa jalan dan gedung," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai saat ini, DGIK telah mendapatkan tambahan plafon kredit sebesar Rp 150 miliar dari Bank Permata, setelah sebelumnya BNI 46 mengucurkan kredit Rp 235 miliar. Kredit masih dapat ditingkatan mencapai Rp 400 miliar, yang disumbang dari Bank Exim, serta Bank Pembangunan Daerah (BPD) dimana mereka mengerjakan proyek.
Dari kredit yang diperoleh, perseroan telah menyalurkan ke sektor infrastruktur Rp 341,7 miliar, dengan kontribusi kontrak pemerintah sebanyak 69%, sisanya disumbang swasta 31%. Kontrak bangunan sampai bulan 9 tahun tahun ini tercatat Rp 610,14 miliar. Sektor pemerintah menyumbang 56% dan swasta 44%.
(dro/dro)











































