Holcim Dapat Kredit Rp 1 Triliun

Holcim Dapat Kredit Rp 1 Triliun

- detikFinance
Rabu, 04 Nov 2009 08:52 WIB
Holcim Dapat Kredit Rp 1 Triliun
Jakarta - PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) mendapat fasilitas kredit baru sebesar Rp 1 triliun dari The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd, Cabang Jakarta sebagai koordinator, beserta 4 bank lain. Fasilitas kredit akan digunakan untuk akusisi 100% saham Holcim Malaysia Sdm Bhd dan sisanya restruturisasi utang.

Demikian diterangkan Presiden Direktur Holcim Indonesia Eamon Ginley dalam rilis yang diterima detikfinance, Selasa  (3/11/2009) malam.

SMCB telah menandatangani Perjanjian Fasilitas Kredit (Syndicated Transferable Term Loan Facility ) dengan The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd, Cabang Jakarta sebagai koordinator, serta keempat bank lain, diantaranya; PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank DBS Indonesia dan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan fasilitas ini, kami bisa segera membiayai penambahan kapasitas. Ini sejalan dengan membaiknya keadaan pasar, dan mengambil keuntungan dari rendahnya suku bunga serta penguatan nilai tukar Rupiah saat ini," kata Ginley.

Menurut Corporate Communication Manager PT Holcim Indonesia Budi Primawan, proses pengalihan 100% saham Holcim Malaysia Sdm Bhd kepada PT Holcim Indonesia telah selesai. Biaya yang dibutuhkan untuk proses akuisisi sekitar Rp 500-600 miliar. Sisa dari fasilitas kredit yang didapatkan perseroan, akan digunakan sebagai dana  restruturisasi utang.

"Holcim (Indonesia) telah bekerja sama dengan sidikasi beberapa bank, dan proses financing Holcim Malaisya sudah selesai dengan memakai fasilitas kredit Rp 1 triliun. Sisa dana akuisisi sekitar Rp 400 miliar, akan kita gunakan untuk refinancing loan,"

Hasil pengalihan saham dari Holderfin BV Ltd dan Holcim Ltd, kepada PT Holcim Indonesia, membawa manfaat yaitu kepastian pasar bagi ekspor clinker akan terjaga. Utamanya saat musim sepi di pasar domestik. Selain itu juga didapatkan tambahan produksi semen untuk memenuhi permintaan di pasar Indonesia, yang diperkirakan akan meningkat selama tahun 2010.

(wep/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads