Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Rabu, 04 Nov 2009 09:14 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones: Pada perdagangan kemarin banyak saham US yang menguat setelah Warren Buffet setuju untuk membeli Burlington Northern Santa Fe Corp. dan Stanley Works mengatakan akan mengambil alih Black & Decker Corp. sementara saham teknologi melemah akibat downgrade dari analis.

Burlington Northern naik 28%, Blck & Decker rally 31%, produsen energi dan bahan baku menguat setelah harga minyak dan gas mengalami kenaikan. Intel Corp. memimpin penurunan pada Dow Jones setelah Morgan Stanley memberikan rating 'Cautious'. Indeks S&P 500 (+0.2%) 1.045,41 dan Dow Jones (-0.2%) 9.772.,91.

Regional Pagi: Bursa Jepang melemah di awal perdagangan di Tokyo, dengan sektor finansial memimpin pelemahan. Nikkei 225 (-0.1%) 9,788.81, Topix (-0.4%) 876.65, dengan Aozora Bank Ltd. (-3.5%) dan Shinsei Bank Ltd. (-3.2%). Namun beberapa saham otomotif menguat sejalan dengan laporan keuangan dari Nissan Motor Co. yang menguat 0.6%, dan Mazda Motor Corp. (+2%). NIKKEI 225 (-0.07%) 9,796.04. KOSPI INDEX (+0.79%) 1,562.09. S&P/ASX 200 INDEX (+0.17%) 4,539.30. STI (+0.63%) 2,638.06.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Commodity: Persediaan crude oil US turun sebesar 3.28 juta barel minggu lalu menjadi 336.2 juta. Departemen Energi dijadwalkan akan mengeluarkan laporan per tanggal 30 Oktober pada hari ini pukul 10:30 waktu Washington. Para analis memprediksi persediaan akan naik 1.5 juta barel. Crude Oil (-0.15%) $79.5/bbl.

Harga emas melonjak setelah bank sentral India membeli 200 metrik ton emas dari IMF. Emas untuk pengiriman Desember naik menjadi $1,088.5 per ounce. Bank sentral India membayar $6.7 miliar untuk pembelian tersebut yang dibeli pada 19 Oktober hingga 30 Oktober lalu. Gold (-0.2%) $1.082/oz, CPO (-0.4%) 2.142RM/MT, Nickel (-1.4%) $17.800/MT, Tin (+0.1%) $14.790/MT.

Economic & Industrial News

Economic: BI Kemungkinan Akan Pertahankan Suku Bunga Acuan

Bank sentral Indonesia diprediksikan akan mempertahankan suku bunga acuan saat ini, menyusul inflasi belum menjadi ancaman bagi jaminan biaya pinjaman.

Bank Indonesua akan mempertahankan suku bunga di level 6.5%, level terendah sejak diberlakukan pada Mei 2005, menurut survei 24 ekonom dari Bloomberg News. Keputusan akan keluar siang ini di Jakarta.

Commodity : Harga Copper di NY Naik

Harga copper di NY naik untuk pertama kalinya dalam tiga sesi setelah sebuah laporan menunjukkan pesanan dari pabrik US meningkat. Pemesanan pabrikasi naik 0.9% dan memberikan sinyal manufaktur akan memicu pemulihan ekonomi. Copper untuk pengiriman Desember +0.4% menjadi $2.956 per pound.

Economic: Sejumlah Broker Bermasalah

Bapepam-LK meningkatkan intensitas pemeriksaan terhadap lebih dari 10 perusahaan efek anggota bursa yang diduga mengalami masalah, khususnya kondisi keuangannya.

Regulator ini terus memantau kinerja keuangan anggota bursa. Ini dimaksudkan untuk menghindari kemungkinan terjadinya kejahatan pasar modal (fraud).
 
Economic: Return Obligasi Dolar RI Terendah di Asia

Berdasarkan data HSBC Holdngs Plc, sepanjang Oktober09 tingkat pengembaliaan (return) SUN Indonesia mencapai -1,09% atau terendah dibanding 12 negara di Asia di Luar Jepang. Sementara return tertinggi dicapai oleh Sri Lanka 3,51%, Pakistan 2,68%, India 1,07% dan Vietnam 1,02%.

Corporate news

ANTM: Pimpin Pembelian 14% Saham Newmont

Akhirnya, pemerintah menunjuk ANTM sebagai pemimpin konsorsium pembeliaan 14% saham Newmont periode 2008-2009 senilai US$493.6 juta. Sementara itu, 10% saham divestasi Newmont 2006-2007 senilai US$391 juta dibeli oleh 3 pemda NTB dengan mengandeng Multicapital, anak usaha BUMI.

BNBR: Kaji Obligasi Global US$ 200-250 Juta

BNBR tengah mengkaji penerbitan obligasi global senilai US$ 200-250 juta bertenor 5 tahun. Penerbitan obligasi internasional ini ditujukan untuk melunasi pinjaman jangka pendek BNBR serta membiayai kegiatan investasi perseroan di waktu yang akan datang.

Sementara itu, Grup Bakrie disinyalir terpilih jadi pembeli 90% saham Berau Coal dan tengah bernegosiasi dengan Armadian. Disinyalir Armadia menginginkan US$1,3 miliar atas penjualan saham Berau.
 
MNCN: Di Incar Merukh Enterprises

Jusuf Merukh, pemilik 20% saham Newmont melalui Merukh Enterprises tengah bernegosiasi menentukan besaran nilai akuisisi PT Cipta Televisi Indonesia (TPI), anak usaha MNCN guna memperluas bisnisnya. Namun, akusisi tersebut masih terhambat oleh utang TPI US$53 juta ke Crown Capital Global.

Sementara, MNCN menyatakan tidak akan akan menjual TPI kepada siapapun.

SMCB: Kantongi Utang Bank Rp1 T

SMCB mengantongi utang sindikasi bank sebesar Rp1 triliun guna menuntaskan akusisi Holcim Sdn Bhd dan refinancing utang. Berikut bank yang siap mengucurkan dananya BBCA, BNGA, Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ cabang Jakarta, Bank DBS Indonesia, dan Bank Sumitomo Mitsui.

DOID: Saham Delta Dunia Dijual Rp1.700

DOID menginginkan perolehan dana US$460 juta atau Rp1.350-Rp1.700/saham atas penawaran 24%-38% sahamnya melalui private placement.

Kabarnya, PT Deutsche Securities mundur sebagai Bookrunner dan akan digantikan oleh PT Bahana Securities. Sementara itu, DOID enggan mengomentari kabar tersebut.

SMRA: Gandeng Tauzia Hotel

SMRA menggandeng Tauzia Hotel Management guna mengelola Hotel Harris Kelapa Gading, Jakut yang ditargetkan beroperasi Mei 2010. Hotel tersebut berkapasitas 319 unit dan jadi satu kesatuan bangunan dengan Mal Kelapa Gading dengan investastasi Rp150 miliar. Pendanaan berasal dari kas internal dan pinjaman bank.
 
BBRI: Bagi Dividen Interim Rp45,74

BBRI bagikan dividen interim sebesar Rp45,74/saham, pada:
Cum dividen: 30 Nov09
Ex dividen: 1 Des09
Recording date: 3 Des09
Payment date: 16 Des09.
 
TBLA: Bagikan Dividen Interim Rp33,3 M

TBLA bagikan dividen interim sebesar Rp33.360.567.944, pada:
Cum dividen: 20 Nov09
Ex dividen: 23 Nov09
Recording date: 25 Nov09
Payment date: 9 Des09.

IPO: Semen Batam Diprediksi IPO November

PT Semen Batam, anak usaha Grup Bosowa, optimistis dapat merealisasikan rencana IPO pada November ini.  Perseroan akan menggunakan dana IPO untuk modal kerja, perluasan pabrik, dan pembangunan pembangkit listrik. Sampai akhir tahun ini, perseroan menargetkan produksi semen sekitar 600 ribu ton, lebih tinggi dibanding produksi 2008, sebesar 200 ribu ton, sehingga pendapatan tahun ini bisa mencapai Rp600 miliar, naik 200% dibanding 2008 yang Rp200 miliar.
 
Rumor

Harga saham CPRO berpotensi ke Rp100/saham seiring rencana penebusan waran oleh pemegang saham perseroan. Selain itu, rencana ekspansi usaha di bidang tambak udang jadi sentimen positif.

Harga saham KAEF berpotensi ke Rp150-160/saham. Kabarnya, perseroan akan ekspansi perkebunan tanaman herbal ke Jateng dan Indonesia Timur. Selain itu, perseroan menyiapkan Rp200 miliarguna menambah kapasitas pabrik obat seiring diperolehnya proyek dari pemerintah.

Technical Picks
BMRI (4600) - SELL
GGRM (15,550) - SELL
SMGR (6900) - SELL
MYOR (3150) – BUY.

(etr/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads