Demikian seperti dikutip detikFinance dalam Tinjauan Kebijakan Moneter Bank Indonesia, Rabu (4/11/2009).
Menurut BI, pasar saham domestik selama periode Oktober terus menunjukkan pelemahan. Meski fundamental ekonomi makro dinilai masih kuat dimana suku bunga, nilai tukar rupiah cenderung stabil dan angka inflasi yang terkendali, namun koreksi kinerja sejumlah emiten besar memicu aksi jual asing yang cukup besar pada Oktober 2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun rata-rata nilai transaksi BEI pada Oktober 2009 mencapai Rp 4,44 triliun, naik 19,67% dari rata-rata nilai transaksi September 2009 sebesar Rp 3,71 triliun, namun kelihatannya besarnya transaksi disebabkan adanya tekanan jual.
Pada akhir Oktober 2009, IHSG ditutup di level 2.367,701, anjlok 4,05% dari penutupan IHSG akhir September 2009 di level 2.467,591. IHSG malah sempat menembus level 2.500. Seiring dengan penurunan tersebut, kapitalisasi pasar BEI pun susut Rp 88 triliun menjadi Rp 1.807 triliun dari posisi akhir September 2009 sebesar Rp 1.895 triliun.
(dro/qom)











































