Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Fund Managment PT Nikko Securities Indonesia Adler Manurung dalam diskusi terbatas pasar modal di kawasan Pakubowono, Jakarta, Rabu (04/11/2009).
"Saya rasa IHSG tahun 2010 kisarannya 2.500-2.800," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adler mengatakan, kenaikan IHSG tersebut dipengaruhi oleh sentimen inevstasi yang diperkirakan mulai naik pada tahun depan. "Dengan banyaknya investasi yang masuk maka pemerintah tidak akan menaikkan suku bunga sehingga IHSG akan terdongkrak," ungkapnya.
Adler mengatakan, selain itu dari faktor internal, faktor eksternalnya perekonomian Amerika sudah mulai tumbuh sehingga indikasi kepada pasar saham di Indonesia juga akan kembali meningkat di tahun depan.
Namun Adler mengatakan instrumen investasi di Indonesia akan mengarah kepada surat utang (bond) yang dikeluarkan pemerintah.
"Itu yang paling aman untuk tipe masyarakat tahun depan. Karena masyarakat cenderung tidak mau berisiko besar maka mereka lari kepada bond yang dikeluarkan pemerintah saja," jelasnya.
Alhasil, lanjut Adler, jika memang pemerintah terus mengeluarkan bond maka subdebt (obligasi subordinasi) ataupun penawaran saham perdana (IPO) oleh beberapa perusahaan dan perbankan akan sulit untuk memperoleh pangsa pasar.
"Yang terjadi nanti, sektor makronya bagus namun mikronya akan menjadi amburadul. Bond oleh sektor swasta tidak akan dilirik investor, karena investor melihat yang aman-aman saja yakni bond pemerintah," pungkasnya.
(dru/dro)











































