Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Kamis, 05 Nov 2009 09:17 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones: Dollar dan treasuri melemah setelah The Fed menyatakan mempertahankan tingkat suku bunga yang rendah untuk waktu yang lebih lama sementara saham, minyak dan emas menguat. Treasuri turun untuk hari ketiga dan dolar melemah terhadap 14 mata uang utama setelah The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 0% dan tetap optomis dengan proyeksi ekonomi.

Bursa saham menguat di 30 menit terakhir setelah parlemen memutuskan untuk mengendalikan tingkat kartu kredit. Indeks S&P 500 (+0.1%) 1,046.5 dan Dow Jones (+0.3%) 9,802.14. The Fed mengakhiri pertemuan dua hari dengan keputusan bank sentral tetap mempertahankan suku bunga di level 0-0.25% dan mengatakan kebijakan tidak akan diubah selama inflasi tetap stabil dan pengangguran menurun.

Wells Fargo & Co., JPMorgan Chase & Co. dan CitiGroup Inc. kemarin memimpin penurunan pada saham keuangan setelah parlemen memutuskan untuk mempersulit bank untuk meningkatkan suku bunga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Regional Pagi: Bursa Jepang melemah pagi ini, dengan Nikkei 225 (-0,3%) 9,813.82, dan Topix flat di level 881.80. Saham Sanyo Electric Co. (-12%), memimpin pelemahan saham dan mengkontribusikan pelemahan indeks setelah melaporkan bahwa Panasonic Corp. akan melangsungkan tender offer untuk Sanyo pekan ini dalam diskon dari harga saat ini. Saham Panasonic (+0.4%). Kospi melemah dengan Korean Air berada di antara saham yang melemah (-3.5%). KOSPI INDEX (-0.66%) 1,569.49. S&P/ASX 200 INDEX (-0.43%) 4,520.40. STI (-0.34%) 2,639.68.

Commodity: Minyak diperdagangkan di sekitar level $80 per barel di New York setelah data pemerintah menunjukkan persediaan di US menurun. Persediaan crude oil turun 3.94 juta barel sementara di prediksi meningkat 1.5 juta barel. Pemguatan minyak juga disebabkan oleh melemahnya dolar terhadap 14 mata uang asing utama. Crude oil untuk pengiriman Desember diperdagangkan pada level $80.22 per barel. Crude Oil (-0.25%) $80.2/bbl, Gold (-0.08%) $1.091/oz, CPO (+2.2%) $690/MT, Nickel (+0.6%) $17.900/MT, Tin (+1.4%) $15.000/MT.

Company Focus

ENRG: Sweetener from Vagabond

Doubling Assets Value

Akuisisi Masela menambah nilai assets perusahaan atau cadangan bertambah 70% setelah akuisisi. Saat ini cadangan ENRG adalah 360 juta barrel ditambah dengan 250 juta barrel dari Masela akan menjadi total 610 juta barrel. Apabila dengan perhitungan hanya USD5/bbl maka asset value ENRG adalah USD3bn dibandingkan nilai perusahaan/EV sebesar USD1,6bn. Maka dengan perhitungan langsung nilai ENRG seharusnya berada pada level Rp768/saham.

Key Highlight
- Nov, 4 2009 ENRG acquire 10% of Masela PSC Block
- Right Issue is good if Asset Increase
- Valuation: Wise man BUYS at discount  

Economic & Industrial News

Economic: Pertumbuhan Ekonomi RI Masih Berlanjut - World Bank

World Bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berlanjut dalam tiga tahun ke depan meliputi 4,3% di FY09; 5,4% di FY10; dan 6% di FY11 yang ditopang oleh naiknya permintaan domestik , kuatnya investasi dan membaiknya kepercayaan investor seiring pulihnya harga komoditas dan pertumbuhan ekonomi. Namun, World Bank juga mengingatkan masih lemahnya perekonomian global berpotensi jadi ancaman atas prospek ekonomi RI.

Economic: BI Rate Dipertahankan di Level 6,5%

BI kembali memutuskan untuk mempertahankan BI Rate pada level 6,5%. Kebijakan tersebut dinilai masih konsisten dengan target inflasi 2010 dan makro pertumbuhan ekonomi serta masih kondusif bagi proses pemulihan perekonomian dan berlangsungnya intermediasi perbankan.
 
Economic: Cadangan Devisa Akhir Oktober Capai US$64,5 M

BI mencatat cadangan devisa akhir Okto09 naik US$2,213 miliar jadi US$64,5 vs Akhir Sept09 US$62,28 miliar, dipicu oleh mebaiknya fundamental sektor eksternal yang memperkuat nilai tukar rupiah selema bulan Okto09. Cadangan devisa tersebut bisa membiayai 6,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
 
Automotive: Pasar Mobil Tembus 50 Ribu Unit

Pada Oktober 2009, pasar mobil nasional melambung 34% menjadi 50 ribu unit dibanding September sebesar 37.209 unit. Kenaikan tersebut dipicu oleh membaiknya daya beli masyarakat dan sekaligus merupakan level tertinggi sepanjang tahun ini.

Corporate news

ANTM:Danareksa Siap Danai Divestasi Newmont, Pemda NTB Tagih Dana Multicapital

PT Danareksa Securities, anak perusahaan PT Danareksa siap mendanai ANTM akuisisi 14% divestasi hak pemerintah atas Newmont. Sementara itu, Pemda NTB terus meminta komitmen PT Multi Capital Industries, anak usaha PT Bakrie Capital Industries segera mencairkan dana US$391 juta untuk akuisisi 10% saham Newmont.

ENRG: Akuisisi 10% Saham Blok Masela

ENRG melalui anak usahanya, PT EMP Energi Indonesia mengakuisisi 10% saham Blok Masela PSC dari Inpex Masela Ltd. Kepemilikan Inpex di Blok tersebut berkurang jadi 90% dari 100% saham. Perseroan menyatakan akuisisi di Blok Masela melebihi aset inti perseroan yakni Blok Kangean. Dimana 50% kepemilikan di Blok Kangean mengantongi 600 miliar kaki kubik gas, sedangkan 10% di Blok Masela meraih 1,4 triliun kaki gas. Besaran nilai akuisisi masih belum bisa diumumkan serta transaksi tersebut masih menunggu persetujuan pemerintah Indonesia.
 
DOID: Gunakan Opsi Tambahan, Minta Supsensi 3 Hari

Kemungkinan besar DOID menggunakan opsi tambahan dalam private placement seiring tingginya permintaan. Permintaan saham tersebut disinyalir mencapai US$375 juta pada hari pertama penawaran dengan harga Rp1.550/saham. Namun harga tersebut belum final. Sementara itu, DOID meminta BEI untuk suspensi perdagangan sahamnya selama 3 hari dimulai 4-6 Nov09 karena kekhawatiranadanya spekulasi di pasar.
 
BMRI: Jajaki Obligasi Valas di 2010

BMRI menjajaki opsi penerbitan obligasi dolar AS jika kondisi pasar keuangan terus membaik atau di 2010. Sementara itu, perseroan akan menaikkan jumlah obligasi subordinasi jadi Rp5 triliun dari Rp3 triliun jika terjadi oversubcribed. Perseroan telah menunjuk PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas, PT Trimegah Securities Tbk, dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana aksi korporasi tersebut.
 
CNKO: Pembangunan PLTU Serap Rp397 M

Pembangunan tiga PLTU CNKO menyerap dana sebasar Rp397,52 miliar meliputi PLTU Pangkalan Bun, Tembilahan, dan Rengat. Pendanaan berasal dari hasil rights issue.
 
BSDE: Pefindo Naikkan Rating Jadi idBBB+

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikkan peringkat BSDE dan obligasi II/2006 senilai Rp600 miliar menjadi idBBB+ dari semula idBBB. Prospek dari peringkat ini adalah stabil.

Peringkat tersebut mencerminkan membaiknya keuntungan perseroan, kualitas aset yang bagus, kuatnya posisi BSD dan rasio keuangan yang konservatif.

IPO: Pengumuman IPO Gunawan Dianjaya Steel

PT Gunawan Dianjaya Steel mengumumkan rencana IPO nya, yakni:

Saham yang dilepas: 1 miliar saham
Nilai nominal : Rp100/saham
Harga penawaran: Rp130-Rp160/saham atau Rp130-160 miliar
Masa penawaran: 11,14,15,16 Des09
Listing date: 23 Des09
Penjamin pelaksana emisi efek: PT Dinamika Usahajaya
Penggunaan dana: Sebanyak Rp95,4 miliar (70%) untuk membiayai sebagian utang perseroan kepada
Stemcor Pte Ltd sengan total utang Rp572,8 miliar; sisanya 30% untuk modal kerja

Rumor

Harga saham KARK berpotensi Rp150/saham. Kabarnya, KARK menjalin kerjasama dengan perusahaan di Asia guna ekspansi bisnis pemabngkit listrik di Asia Tenggara. Selain itu, rencana akuisisi perusahaan pelayaran jadi sentimen positif.

Harga saham TRIL berpotensi ke Rp110/saham. Kabarnya, TRIL jadi target akuisisi perusahaan tambang lokal seiring perseroan bergerak di bidang alat-alat tambang.

Technical Picks

BLTA (710) - BUY
ISAT (5000) - BUY
BBRI (6950) - SELL
GGRM (15,200) - SELL.

(etr/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads