"Dry port diharapkan soft launching pada akhir Desember tahun ini. Akan diresmikan dengan luas tahap pertama 70 hektar," kata Direktur Operasional Jababeka Hyanto Wihadhi di Jakarta, Rabu malam (4/11/2009).
Ia menjelaskan, pengembangan dry port akan terus dilakukan dengan luas lahan yang dimiliki perseroan saat ini. Jababeka berencana menggandeng beberapa investor lainnya. Dry port yang dikembangkan Jababeka ini merupakan salah satu proyek percontohan pelabuhan darat terkini yang sebelumnya sudah ada di wilayah Bandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk pengembangan tahap awal ini, setidaknya 70 hektar lahan peti kemas tengah disiapkan dalam menopang dry port, selain itu juga akan dikembangkan pembangunan gudang berikat dan lain-lain.
Selain dry port, pihak Jababeka telah mengembangkan kawasan industri terintegrasi dengan kelengkapan fasilitas, yang ditopang oleh konsep perumahan, pusat pendidikan, movie land seluas 34 hektar, yang akan menjadi pusat industri perfilman.
Selain itu, ada medical city yaitu kawasan industri khusus berbasis bidang farmasi dan kesehatan diantaranya rumah sakit terintegrasi, sekolah kedokteran dan lain-lain.
"Luas lahan untuk tahap pengembangan Jababeka tahap ketiga seluas 350 hektar, dari total 3600 hektar yang dimiliki Jababeka. Saat ini yang sudah dimanftaatkan mencapai 75%," imbuhnya.
Ia juga mengatakan, khusus untuk kawasan industri, Jabebeka masih memberi peluang luasan lahan bagi investor untuk mengembangan industri berbasis manufaktur seperti pabrik elektronik dan lainnya.
Hingga saat ini kata dia, setidaknya sudah 1400 pabrik yang telah menempati kawasan industri Jababeka, termasuk diantaranya 12% pabrik elektonik dan komponennya, 30% pabrik komponen otomotif dan lain-lain. Sepanjang tahun 2009 ini, lanjut dia, setidaknya sudah ada 40 pabrik (tenant) baru yang menempati kawasan industri Jababeka.
(hen/ang)











































