Demikian disampaikan oleh Direktur Utama Bank Bukopin, Glen Glenardi dalam acara paparan publik dan temu analis di Gedung Bank Bukopin, Jakarta, Kamis (05/11/2009).
"Untuk rights issue tahun 2010 kita sudah mempunyai investor dari Cina, Korea, Timur Tengah dan Jepang sebagai investor strategis," tambah Glen.
Glen mengatakan, berdasarkan perkembangan ekonomi ke depan, Indonesia menjadi tempat yang menarik untuk investor asing.
"Bukopin sendiri jadi salah satunya, karena segmen Bukopin yang spesifik dan menarik mereka (4 investor tersebut) sampai hari ini juga masih berdiskusi dengan kita," tuturnya.
Dikatakan Glen, tidak hanya lembaga keuangan asing yang berminat menjadi investor strategis bagi Bukopin, tapi ada juga fund manager.
Berdasarkan isu yang beredar, Bank Rakyat Indonesia (BRI) merupakan salah satu investor domestik yang berminat terhadap rights issue di 2010.
"BRI bukan satu-satunya bank yang berminat, masih ada banyak bank-bank lain," tuturnya.
Bukopin menargetkan pertumbuhan kredit hingga akhir tahun sebesar 15 persen. Untuk tahun 2010 perseroan menargetkan pertumbuhan kredit hingga 20 persen.
"Loan growth sampai dengan akhir tahun 2009 plus minus di angka 15 persen. Untuk tahun 2010 kita berpikir perkembangan baik, maka kita merencanakan pertumbuhan
kreditnya mencapai angka 15 persen sampai 20 persen," ujar Glen.
(dru/dnl)











































