Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Senin, 09 Nov 2009 08:54 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones: Bursa US menguat setelah analis meng-upgrade saham General Electric Co. dan Macy's Inc. yang meningkatkan optimisme ekonomi mulai pulih sementara emas menyentuh level di atas $1.000 per ounce. GE mengalami penguatan tertinggi pada Dow Jones dengan kenaikan 6.2% setelah analis mengatakan risiko untuk unit keuangan telah berkurang.

Saham Macy's turun 6.4% setelah JPMorgan Chase & Co. mengatakan laporan keuangan rantai pusat perbelanjaan terbesar kedua US akan melebihi prediksi analis. Indeks S&P 500 (+0.3%) 1,069.3 dan mengalami kenaikan 3.2% pada perdagangan minggu lalu setelah mengalami kenaikan setiap harinya sementara Dow Jones (+0.2%) 10,023.42.

Regional Pagi: Bursa Jepang melemah setelah perusahaan melaporkan penurunan pendapatan dan menurunnya prediksi laporan keuangan serta penguatan yen dalam level tertinggi sepekan, mengurangi nilai penjualan luar negeri. Nikkei 225 (-0.3%) 9,764.99, dan Topix (-0.6%) 869.07, seiring sektor finansial melemah dengan Sumitomo Mitsui Financial Group Inc. (-1.6%) dan Aozora Bank Ltd. (-0.9%).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun perusahaan finansial konsumen menguat, dengan Aiful Corp. (+0.8%) dan Takefuji Corp. (+4.3%). Nissan Motor Co. (-2.7%). Olympus Corp. (-4.2%) setelah mencetak penurunan laba usaha. Mitsubishi Rayon Co. (-4%) seiring persero memprediksikan kerugian tahunan lebih besar dari prediksi sebelumnya. KOSPI INDEX (+0.96%) 1,587.48. S&P/ASX 200 INDEX (+1.72%) 4,673.00. STI (+1.65%) 2,672.85.

Commodity: Crude oil (+0.62%) $77.9/bbl, Gold (+0.1%) $1.096/oz, CPO (+0.4%) 2.165RM/MT, Coal (+0.8%) $72.9/MT, Nickel (-2.3%) $17.350/MT, Tin (-1.5%) $14.750/MT.

Economic: Pemerintah Butuh Investasi Rp 2.000 Triliun

Pemerintah butuh dana investasi hingga Rp 2.000 triliun untuk mencapai pertumbuhan ekonomi rata-rata 7% dalam lima tahun ke depan. Pertumbuhan untuk mengatasi pengangguran dan memberantas kemiskinan. Namun, dari kebutuhan itu, pemerintah melalui APBN hanya mampu 20% atau Rp 400 triliun. Sisanya, 80% atau Rp 1.600 triliun, dibutuhkan dana dari sektor usaha swasta dalam dan luar negeri, termasuk BUMN.
Economic: Neraca BI 2009 Diprediksi Defisit Rp 1 Triliun

Pada tahun ini, BI memperkirakan akan mengalami defisit hingga Rp 1 triliun. Adapun biaya terbesar adalah biaya operasi moneter, terutama bunga SBI.

Cement: 8 Produsen Semen Ekspansi US$ 1,7 Miliar

Mulai akhir tahun ini hingga 2014, delapan produsen semen dalam negeri berencana merealisasikan ekspansi sekitar US$ 1,7 miliar. Ekspansi tersebut guna meningkatkan kapasitas produksi semen nasional sekitar 14,5 juta ton.

Corporate news

DOID: Dikuasai Northstar 40% Saham

Akhirnya, Northstar Tambang Persada menguasai 2,75 miliar atau 40% saham DOID yang dibeli dari Lion Trusts, Amicorp Trustee dan Credence Trust asal Singapura. Belum diketahui besaran nilai pembeliaanya. Jumat kemarin (6/11), terjadi crossing saham DOID sebanyak 5,9 miliar saham senilai Rp8,22 triliun atau Rp1.400/saham. Adapun 3 broker pelaksananya yakni Danareksa Sekuritas, Semesta Indovest, dan CLSA Investment. Sementara itu, DOID telah menuntaskan transaksi akuisisi 99,9% saham PT Bukit Makmur Mandiri.

DAVO: Restrukturisasi Utang Direstui, Akan Emisi Obligasi US$19 Jt

Akhirnya, RUPSLB merestui rencana restrukturisasi utang DAVO US$238 juta serta penjaminan perusahaan untuk obligasi yang dirilis anak usahanya Davomas Iternational Finance Company Pe Ltd senilai US$119 juta dengan bunga variabel berjatuh tempo 2014.
 
APOL: Tak Bayar Bunga, Fitch Pangkas Rating

Fitch memangkas rating mata uang asing dan rupiah APOL dar B ke B-, serta rating nasional jangka panjangnya dari BBB+ (idn) jadi BBB-(idn). Selain itu, Fitch juga memangkas rating obligasi dollar US$160 juta berjatuh tempo 2013 dari B- jadi CCC. Penurunan tersebut dipicu gagalnya perseroan membayar bunga obligasi dolar AS berjatuh tempo 3 Nov09.

BMRI: Finalkan Kredit US$100 Jt

BMRI memfinalkan pinjaman bilateral senilai US$100 juta dengan tiga institusi keuangan guna menyeimbangkan struktur pendanaan jangka panjang seiring penawaran subdebt bertenor 7 tahun Rp3 triliun. Sementara itu, Penfindo memberikan rating AA+ atas subdebt tersebut.

TLKM: Pendapatan FY10 Diprediksi Naik 10-15%

TLKM menargetkan pendapatan FY10 naik 10-15% yoy vs proyeksi FY09 +5-10% yoy, dikontribusi akusisi sejumlah perusahaan tahun ini.

ASII: Beri Utang Anak Usaha Rp500 M

ASII memberikan utang Rp500 miliar atau US$50 juta kepada anak usahanya PT Astratel Nusantara. Jangka waktu utang disesuaikan dengan kebutuhan Astratel dan jika berdenominasi rupiah tingkat suku bunga setara SBI ditambah 3,5% atau setar LIBOR ditambah 3,5% jika US$.

BMRI: Obligasi Subdebt Berbunga 10,75%-12%

Penerbitan obligasi subordinasi (Subdebt) BMRI sebesar Rp 3 triliun, menetapkan bunga 10,75-12%. Ini didasarkan atas bunga Surat Utang Negara (SUN) seri FR0030 ditambah 100-225 basis poin.

Rumours

Harga saham GZCO berpotensi ke Rp350/saham, seiring perseroan jajaki akuisisi perkebunan sawit. Selain itu kabar perseroan akan ekspansi ke Kalimantan.

Harga saham KLBF berpotensi ke Rp1900/saham seiring rencana perseroan bekerjasama dengan tiga perusahaan manufaktur alat kesehatan asal Jepang. Selain itu, rencana akuisisi perusahaan makanan kesehatan lokal jadi sentimen positif.
 
Technical Picks


  • IHSG (2395) - BUY
  • CTRS (670) - BUY
  • INTP (11,800) - BUY
  • UNTR (15,000) - BUY
  • ADHI (445) - BUY
  • BBRI (7.450) – Trading Buy
  • USDIDR (9455) - Buy IDR, Sell USD
  • WTI Crude Oil (78.14) – SELL.
 

(etr/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads