Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar memperkirakan target raupan dana dari rencana IPO itu tidak akan terpengaruh kondisi pasar.
"Seperti apapun pasar nanti, target dana kita tetap US$ 300-400 juta," ujarnya usai Peresmian Pesawat Airbus 330-200 dan Boeing 737-800 NG di Garuda Maintenance Facility, Cengkareng, Senin (9/11/2009).
Dalam rencana masuk lantai bursa itu, Garuda berencana melepas kepemilikan saham hingga maksimal sebanyak 40 persen. Dana hasil IPO itu akan digunakan perseroan untuk menambah jumlah armada pesawat sekaligus membayar utangnya kepada PT Bank Mandiri Tbk.
Utang Garuda ke bank BUMN itu berupa Mandatory Convertible Bond sebesar Rp 1 triliun. Jika disetujui Bank Indonesia (BI), Mandiri akan melakukan konversi terhadap piutangnya tersebut menjadi kepemilikan saham di Garuda sebesar 11 persen.
Kepemilikan saham ini merupakan sebagian saham yang akan dilepas kepada publik pada saat IPO, dan dananya menjadi hak Bank Mandiri. Jika ternyata masih kurang, Garuda sudah berkomitmen membayar sisa utangnya dengan cara mencicil.
"Semua persiapan sekarang masih jalan, semua on track ," katanya.
Meski demikian, perusahaan pelat merah itu belum berencana menunjuk penjamin emisi atau underwriter dalam aksi korporasinya itu. Perseroan juga belum menentukan daerah yang bakal didatanginya nanti pada saat roadshow .
"Belumlah, kita persiapan internal dulu," tambahnya. (ang/dnl)











































