Pada perdagangan Senin (9/11/2009), rupiah ditutup menguat di 9.415 per dolar AS, dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level Rp 9.465 per dolar AS.
Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono mengatakan, penguatan rupiah pada hari ini disertai dengan volatilitas yang terjaga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski penguatan berlangsung, lanjut Hartadi, BI akan mengupayakan agar kepastian bagi dunia usaha dan masyarakat secara umum terjaga.
"Kepastian usaha yang meningkat disertai dengan prospek ekonomi yang membaik akan meningkatkan minat investor untuk menanam dananya pada instrumen lain, selain SBI dan SUN," pungkas Hartadi.
Di pasar Asia, dolar AS kembali melemah atas euro. Investor fokus pada data baru untuk mendukung proyeksi ekonomi global. Euro menguat ke 1,4936 dolar, dibandingkan sebelumnya di 1,4846 dolar.
(dru/qom)











































