Demikian dijelaskan Direktur Utama PT Bank Agroniaga Tbk Kemas M. Arief di plaza GRI, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (8/11/2009).
Beberapa saat yang lalu, agenda RUPSLB telah usai. Para pemegang saham sepakat akan rencana rights issue sebesar Rp 104 miliar oleh direksi AGRO. Penawaran terbatas ini dilakukan melalui mekanisme Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Masa penawaran rights issue ini berlangsung sejak 23-30 November 2009.
"Penerbitan HMTED sebanyak-banyaknya 1.040.632.622 saham biasa, dengan nilai nominal Rp 100 per saham," terang Corporate Secretary AGRO Irawan Nur Kustanto seusai RUPSLB bersama pemegang saham.
Ditambahkan Kemas, rights issue ditawarkan dengan harga pelaksanaan Rp 100 untuk setiap saham, dan nilai yang akan diperoleh perseroan sebesar Rp 104,63 miliar. Dengan penambahan modal ini, maka diperkirakan terjadi peningkatan modal disetor menjadi Rp 345,3 miliar, dari posisi sebelumnya Rp 241,3 miliar.
Bank Agro juga akan menerbitkan waran sebanyak-banyaknya 520.316.311 lembar dan ditawarkan dengan harga pelaksanaan Rp 130. Total nilai yang diperoleh Perseroan sebesar Rp 67,641 miliar.
"Waran akan diberikan secara cuma-cuma kepada setiap pelaksana 2 HMETD, dalam rangka pembelian 2 saham yang ditawarkan dalam PUT III ini," paparnya.
Perolehan Waran seri I, lanjut Irawan, dapat digunakan untuk membeli Saham Biasa Atas Nama, dengan bernilai nominal Rp 100 per lembar. Ketentuan ini berlaku selama periode pelaksanaan waran seri I.
Pelaksanaan efektif Waran, baru efektif dilaksanakan pada bulan Mei 2010. Diprediksi, dengan modal disetor perseroan akan meningkat Rp 52,03 miliar.
(wep/dnl)











































