Pada perdagangan Selasa (10/11/2009), rupiah dibuka stabil di level 9.420 per dolar AS.
Investor lokal mulai mengakumulasi dolar untuk kebutuhan akhir tahunnya. Rupiah pun diprediksi tidak bisa bergerak menguat lebih tajam lagi, meski aliran modal kini semakin deras seiring meningkatnya pengambilan risiko.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Euro kemarin menguat tajam ke 1,5007 dolar, dibandingkan penutupan sebelumnya di 1,4846 dolar. Euro juga menguat atas yen di 134,76 yen, dibandingkan sebelumnya di 133,45 yen. Dolar AS tercatat juga melemah atas yen di 89,81 yen, dibandingkan sebelumnya di 89,90 yen.
Hilary Love dari PNC Bank mengatakan, pasar bereaksi atas keputusan menteri keuangan G20 untuk mempertahankan kebijakan stimulusnya.
"Ini, dikombinasikan dengan tidak adanya ekspresi kekhawatiran seputar level mata uang, diinterpretasikan sebagai lampu hijau untuk meningkatnya pengambilan risiko, memicu penjualan dolar dan aset bergerak ke aset dengan imbal hasil lebih tinggi," ujarnya seperti dikutip dari AFP.
(qom/qom)











































