"Kita rencananya mau panggil mereka (APOL) dan menanyakan poin seputar potensi gagal bayar tersebut," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI Eddy Sugito di kantornya kawasan SCBD Jakarta Selasa (10/11/2009).
Sebelumnya, BEI telah meminta keterangan kepada APOL seputar Surat Utang Jangka Pendek (Mediun Term Note/MTN) perseroan beberapa bulan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Eddy enggan berkomentar banyak atas kepastian gagal bayar obligasi APOL. "Saya tidak tahu, infonya belum sampai ke kita ataupun Bursa, yang soal MI dia dan produk-produk derivatif," ujarnya.
Empat hari lalu, Fitch Ratings menurunkan peringkat mata uang asing dan lokal APOL ke B- dari B dan peringkat nasional jangka panjangnya ke BBB-(idn) dari BBB+(idn). Fitch juga menurunkan peringkat obligasi dollar yang akan jatuh tempo di tahun 2013 ke CCC dari B-.
Peringkat pengembalian (Recovery rating) tetap pada 'RR5'. Semua peringkat ditempatkan pada Rating Watch Negative (RWN). Penurunan peringkat disebabkan adanya gagal bayar pembayaran kupon semi annual untuk obligasi dolar yang jatuh tempo pada 3 November 2009, sesuai konfirmasi manajemen perusahaan. APOL kini memiliki tenggat waktu 30 hari dari tanggal jatuh tempo untuk melunasi pembayaran kupon guna menghindari default pada obligasi tersebut.
Fitch akan mencabut RWN setelah manajemen menjelaskan alasan gagal bayar kupon tersebut dan juga mendemonstrasi kemampuan untuk melakukan pembayaran di masa mendatang tepat waktu. Peringkat-peringkat tersebut dapat diturunkan apabila posisi likuiditas APOL melemah secara signifikan. Pembayaran kupon dalam waktu masa grace period tersebut tidak cukup untuk mencabut RWN.
(dro/dro)










































