Demikian diungkapkan President Director & CEO ISAT Harry Sasongko dalam public expose dan due diligence meeting di hotel Ritz Calton kawasan SCBD Jakarta Selasa (10/11/2009).
ISAT akan menerbitkan obligasi dan sukukΒ Ijarah IV dengan nilai total Rp 1,5 triliun, terdiri dari obligasi Indosat VII senilai Rp 1 triliun dan sukuk Ijarah IV sebesar Rp 500 miliar. Dana hasil obligasi dan sukuk akan digunakan untuk penambahan modal kerja dan pembelian Base Station Subsystem (BSS).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk seri A, indikasi bunga yang ditawarkan sebesar FR0026+75-175 bps per tahun. Sedangkan untuk seri B, indikasi tingkat bunga FR0028 +FR0030 dibagi 2+75-185 bps pertahun.
Indikasi bunga pada penerbitan Sukuk Ijarah IV ekivalen dengan tingkat bunga obligasi.
Harry mengatakan, jika mengacu pada posisi minggu lalu, maka tingkat bungaΒ (Seri A) sebesar 10,2-11,2%. "Untuk indikasi bunga yang berjangka waktu 5 tahun (Seri B), berada di level 10,58-11,68%,"ujarnya.
Masa penawaran awal obligasi dan sukuk (book building) dilakukan pada 10 November-20 November 2009. Masa efektif diperkirakan 1 Desember 2009, dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Desember 2009.
ISAT telah menunjuk PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas dan PT DBS Vickers Securities Indonesia sebagai penjamin emisi. Sementara, untuk wali amanat Indosat menujuk Bank Rakyat Indonesia (BRI).
(dro/dro)










































