Sri Mulyani mengatakan, arus dana masuk atau capital inflow terjadi dari bulan Maret sampai September 2009, namun arus capital inflow ini terkoreksi pada bulan November.
"IHSG bisa saja mengalami koreksi sewaktu-waktu, karena 2 hal yaitu sentimen dan policy. Di sini fungsi pemerintah harus dapat menjaga policy sehingga tidak menyebabkan koreksi. Minggu ini memang banyak terjadi profit taking saham dan rupiah," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Indonesia termasuk negara yang mendapat benefit dari krisis di negara maju, aliran modal masuk kepada cadangan devisa kita. Krisis tahun lalu cadangan devisa kita hampir berada US$ 50 miliar dari puncaknya US$ 60 miliar. Jadi Juli sampai Oktober 2008 cadangan devisa kita hilang US$ 10 miliar, sekarang cadangan devisa kita berada di US$ 64,5 miliar," katanya.
IHSG pada hari ini bergerak berlawanan arah dengan bursa-bursa regional. Pada perdagangan Selasa (10/11/2009), IHSG ditutup turun 24,479 poin (1,02%) ke level 2.381,955. Indeks LQ 45 juga melemah 4,507 poin (0,95%) ke level 468,201. Padahal bursa-bursa regional sedang menguat.
Sementara nilai tukar rupiah ditutup di level 9.430 per dolar AS, melemah tipis dibandingkan penutupan kemarin di level 9.415 per dolar AS.
(dnl/qom)











































