Namun, Chief Marketing Office Indosat Guntur S. Siboro mengatakan penurunan ini tidak membawa dampak berarti bagi pendapatan perseroan. Ini disebabkan, perseroan tidak lagi memperhitungkan banyaknya jumlah pelanggan, namun didasarkan atas Review Per Minutes (RPM).
"Saat ini turunnya pelanggan dari 35 juta ke 28,9 juta tidak berpengaruh kepada revenue," terang Guntur usai paparan publik perseroan di Hotel Ritz Calton, kawasan SCBD, Jakarta, Selasa (10/11/2009).
Menurutnya, penurunan jumlah pelanggan tidak memberi kontribusi signifikan kepada kinerja perseroan. Pasalnya harga SIM Card yang sangat murah di pasar menyebabkan pelanggan tidak loyal kepada nomor yang mereka beli.
"Rata-rata industri ini, harga dasar SIM (card) hanya US$ 20 Sen atau Rp 2 ribu. Pelanggan pun dapat dengan mudah mengganti nomor mereka, dan beli yang baru. Apa itu disebut pelanggan yang kontributif, saya kira tidak," ujarnya.
Karena itu saat ini Indosat menerapkan strategi yang berbeda dengan kompetitor lain. Perseroan menyamakan harga jual kartu baru dengan jumlah pulsa yang tertanam di masing-masing nomor.
"Kami tidak memberlakukan tarif promo pada kartu baru, melainkan tarif normal," terang Guntur.
Tentu ini akan berdampak pada menurunnya jumlah pelanggan, jika perhitungan didasarkan atas aktifnya kartu baru. Indosat menghitung pelanggannya pada analisa RPM, jadi lonjakan pelanggan tidak dirasakan secara langsung.
"Perhitungan ini, untuk memberi pengetahuan kepada pelanggan, dan butuh proses dalam melihat hasilnya. Tapi kita optimis, ini akan berhasil," paparnya.
Dengan jumlah pelanggan yang menurun menjadi 28,8 juta, Indosat mencatat pendapatan usaha Rp 13,4 triliun per triwulan III-2009, atau turun 1,8% dari tahun lalu.
Guntur pun sempat menyinggung pertumbuhan pendapatan perseroan di tahun 2010, walaupun tidak detil disebutkan nilai pastinya.
"Ya sesuai dengan yang diungkap Harry (President Director dan CEO Indosat), target pertumbuhan revenue di atas pasar. Tapi saya prediksi high single digit ," imbuh Guntur.
Segmen selular menyumbang 74 % pendapatan perseroan. Disusul kemudian sektor MIDI (Indosat Corporate Solution ) 16%, dan telkomunikasi tetap sebesar 10% dari pendapatan perseroan.
(wep/dnl)











































