Laba Enseval Naik 13,22%

Laba Enseval Naik 13,22%

- detikFinance
Kamis, 12 Nov 2009 13:50 WIB
Laba Enseval Naik 13,22%
Jakarta - PT Enseval Putera Megatading Tbk (EPMT) mencatat laba bersih Rp 214 miliar pada triwulan III 2009, meningkat 13,22% dari periode yang sama tahun lalu Rp 189 miliar. Sampai akhir tahun, perseroan berharap dapat mencatatkan laba sebesar Rp 300 miliar.

Pendapatan EPMT juga tercatat meningkat 14%, dari Rp 5,37 triliun menjadi Rp 6,12 triliun. Beban pokok penjualan juga tercatat meningkat Rp 677 miliar, menjadi Rp 5,36 triliun. Dengan demikian, laba kotor perseroan tercatat Rp 762,23 miliar, atau meningkat 11,2% dari posisi sebelumnya Rp 685,83 miliar.

Menurut Direktur Utama EPMT Vidjongtius, dalam paparan publik di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD, Kamis (12/11/2009), sampai bulan 9 tahun 2009, dominasi pendapatan masih disumbang dari penjualan barang konsumsi sebesar Rp 2,2 triliun. Ini meningkat 6,5% dari posisi tahun 2008 Rp 2,09 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sumbangan pendapatan lain, terdapat pada penjualan obat resep Rp 1,7 triliun, obat bebas Rp 1,2 triliun, Bahan baku Rp 482 miliar, alat kesehatan Rp 359 miliar dan bidang usaha lain Rp 23 miliar.

Laba usaha juga mengalami peningkatan 18,9% dari Rp 259 miliar, menjadi Rp 308 miliar sampai September 2009. Setelah terpangkas oleh beban lain-lain sebesar Rp 14,83 miliar, maka laba sebelum pajak tercatat Rp 293,62 miliar.

Laba sebelum pajak juga tercatat naik tipis Rp 1,2 miliar, menjadi Rp 79,34 miliar. Setelah terpangkas hak minoritas, maka perseroan mencatatkan laba bersih Rp 214 miliar.

"Kami terus melakukan peningkatan dan diharapkan ada pertumbuhan penjualan 14-16% sampai akhir tahun. Begitu pula pada laba bersih," kata Vidjongtius.

Ditambahkannya, laba bersih EPMT dapat mencapai Rp 300 miliar karena ekpansi cabang baru sebesar 50%, dan peningkatan layanan dari teknologi informasi.

Mengenai anggaran belanja modal (capital expenditure/Capex) di tahun 2010, EPMT menyiapkan dana sebesar Rp 100-120 miliar. Capex digunakan perseroan untuk pengembangan bisnis yang tersebar di Indonesia bagian timur.

"Pengeluaran modal cadangan kita di tahun depan Rp100-120 miliar. Rencananya akan kami gunakan untuk penambahan cabang di Palangkaraya, Kendari dan Gorontalo," ujarnya.

Selain ekpansi bisnis ke wilayah baru, perseroan juga berencana melakukan peremajaan kantor lama di wilayah Banda Aceh, Banjarmasin, Solo dan Papua.

"Kami juga akan melakukan peremajaan di beberapa wilayah, dan juga ekspansi di wilayah yang sudah ada. Dulu pasar di Aceh misalkan, masih luas. Sekarang pasarnya sempit, untuk itu kami kembangkan lagi," katanya

Ditambahkan Vidjongtius, eskpansi kantor cabang ini akan dilakukan mulai tahun 2010 dan menggunakan dana internal. Pertumbuhan pasar masih sangat positif di tahun depan.

"Ada beberapa daerah yang belum dimasukkan. Untuk itu kami akan lakukan, tapi secara bertahap," paparnya.

Sampai September 2009, perseroan telah menganggarkan Rp 90 miliar untuk pengembangan cabang dan peningkatan teknologi informasi.

"Sebesar 50% dari Rp 90 miliar sudah digunakan untuk pengembangan cabang. Sisanya untuk teknologi informasi dan pengembangan jalur distribusi, logistik," katanya.

(dro/dro)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads