Saham ADRO bahkan tercatat sebagai yang paling aktif diperdagangkan, mengalahkan PT Bumi Resources Tbk. Saham ADRO tercatat naik Rp 70 menjadi Rp 1.690 dengan nilai transaksi di seluruh pasar mencapai Rp 416,2 miliar.
Sementara IHSG pada perdagangan Jumat (13/11/2009) sesi I, ditutup naik tipis 4,960 poin (0,20%) ke level 2.425,241. Indeks LQ 45 juga naik tipis 1,284 poin (0,27%) ke level 478,232.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Indeks Nikkei-225 melemah 56,61 poin ke level 9.747,88
- Indeks Hang Seng turun 16,23 poin ke level 22.381,34
- Indeks Straits Times melemah 19,35 poin ke level 2.706,89.
Perdagangan berjalan cukup moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 29.287 kali pada volume 3.924 juta lembar saham senilai Rp 1,458 triliun. Sebanyak 71 saham naik, 65 saham turun dan 60 saham stagnan.
Adaro sebelumnya mengumumkan, Edwin Soeryadjaya telah meningkatkan kepemilikan sahamnya dengan membeli sebanyak 15.000.000 lembar saham perseroan pada harga Rp 1.600 per sahamnya atau secara total mencapai Rp 24 miliar dengan transaksi pada 9 November 2009.
Saham-saham lain yang menguat harganya di top gainer antara lain BRI (BBRI) naik Rp 150 menjadi Rp 7.450, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 50 menjadi Rp 25.150, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 25 menjadi Rp 4.725, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp 100 menjadi Rp 11.600, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 250 menjadi Rp 16.750, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 250 menjadi Rp 22.250.
Sedangkan saham-saham yang turun di top loser antara lain United Tractor (UNTR) turun Rp 100 menjadi Rp 15.600, Indosat (ISAT) turun Rp 100 menjadi Rp 5.200, International Nickel (INCO) turun Rp 25 menjadi Rp 3.850.
(qom/dnl)











































