Demikian disampaikan oleh Pjs. Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution ketika ditemui di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Jumat (13/11/2009).
"Sudah saya bilang dari awal bahwa rupiah arahnya akan semakin menguat. Sebagian besar karena itu," ujarnya.
Sampai akhir tahun ini, Darmin mengatakan arah penguatan rupiah akan terus terjadi seiring dengan makin derasnya arus capital inflow, dan juga melemahnya nilai tukar dolar AS di dunia."Kecenderungannya rupiah menguat, karena dolar melemah dimanapun," imbuhnya.
Darmin menjelaskan, dengan semakin membaiknya perekonomian AS pasca krisis keuangan yang terjadi membuat banyaknya dana keluar dan membutuhkan tempat baru.
"Kalau AS ekonominya relatif aman, itu kemudian dananya berani datang ke sini, itu memang ironi, kalau ekonomi AS tidak baik dananya lari ke sana. Mengapa? Karena prediksi mereka kalau tidak baik, dampaknya tidak baik jika lama-lama, jadi ada capital inflow ," tuturnya.
Aliran capital inflow ini bukan hanya terjadi di Indonesia saja, namun juga di negara-negara lain.
"Pada dasarnya ada sejumlah dana besar, membutuhkan outlet kemana perginya. Ini bukan hanya di Indoneesia, di seluruh dunia, bahkan di negara lain lebih besar. Memang ada capital inflow, lihat saja cadangan devisa kita naik," tutupnya.
(dnl/qom)










































