Manager Sustainable Construction SMCB Alex Buechi mengatakan, terdapat beberapa persoalan penting yang akan menjadi prioritas utama dalam kerjasama tersebut. Diantaranya adalah masalah pemukiman padat penduduk, sistem transportasi massal, energy safer, pengelolaan limbah dan water management.
"Kami akan membuat 24 pilot project. Dan semuanya itu prioritas," ujar Alex dalam siaran persnya, Minggu (15/11/2009).
Menurutnya, urbanisasi dan tata ruang nan semrawut membuat Jakarta menjadi kota yang tidak nyaman bagi warganya. Macet, persoalan pemukiman padat, sampah dan banjir menjadi beban sosial ekonomi bagi pemerintah.
"Untuk itu, PT Holcim Indonesia Tbk mengadakan kerjasama dengan Pemprov DKI, Kadin Jakarta, Swisscontact dan International Finance Corporation (IFC) dalam membenahi persoalan di atas. Melalui Sustainable Jakarta Convention (10 – 12 Nopember 2009), pembangunan Jakarta secara berkelanjutan menjadi solusi dalam mengatasi persoalan selama ini," ujarnya.
Sayangnya, Alex belum bisa berkomentar lebih detail mengenai hasil Sustainable Jakarta Convention. Rencananya, hasil konvensi tersebut akan diserahkan kepada Gubernur DKI. "Yang jelas, masalah ini bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah, namun juga dunia usaha dan masyarakat," sambungnya.
Pada acara Sustainable Jakarta Convention, Holcim Foundation memberi apresiasi Holcim Awards kepada mereka yang concern terhadap pembangunan berkelanjutan. Untuk kategori Inovasi dimenangkan oleh Lin Yu Sing, 33 tahun. Sementara kategori Next Generation diraih oleh Prima Wijaya, 24 tahun. Keduanya berhasil menyisihkan 65 peserta lainnya untuk proyek arsitektur ramah lingkungan.
Lin membuat karya Caringin Family Village Improvement. Melalui karya ini, Lin melakukan pembuatan rumah dengan menggunakan material bekas dan memberi banyak aksen ruang hijau dalam konsepnya. Sementara Prima, membuat karya yang dijuluki Pademangan Barat Garbage Facility. Prima menghidupkan kembali areal rel kereta api yang di kawasan Ancol yang selama ini menjadi tempat pembuangan sampah. Melalui proyek tersebut, Alumnus Universitas Pelita Harapan tersebut berhasil meningkatkan nilai ekonomis warga di kawasan Pademangan Barat.
Gunawan Tjahjono, guru besar arsitektur dari Universitas Indonesia yang menjadi juri kepala mengatakan kedua proyek tidak saja bagus dari sisi teknis tetapi juga lebih mendekatkan pada aspek lingkungan. Menurut Alex Buechi, hasil karya keduanya akan disertakan dalam lomba Holcim Awards tingkat internasional pada 2010 di Mexico City, Meksiko. Sementara itu, Corporate Communication Manager SMCB Budi Primawan mengatakan anugerah tersebut bukan untuk kepentingan komersial.
"Kita tidak dalam posisi dimana proyek tersebut harus memakai Holcim," ujarnya.
Menurut Budi, Holcim akan terus mendukung pelaksanaan arsitektur ramah lingkungan pada tahun-tahun mendatang.
(dro/dro)











































