IHSG bergerak lesu dalam transaksi yang tidak terlalu besar. IHSG sempat menguat besar pada perdagangan Selasa berkat lonjakan harga saham-saham Bakrie 7. Pergerakan IHSG sepanjang pekan lalu adalah:
- Senin (9/11/2009), IHSG menguat 11,328 poin (0,47%) ke level 2.406,434
- Selasa (10/11/2009), IHSG turun 24,479 poin (1,02%) ke level 2.381,955.
- Rabu (11/11/2009), IHSG menguat 21,924 poin (0,92%) ke level 2.403,879.
- Kamis (12/11/2009), IHSG menguat 16,402 poin (0,68%) ke level 2.420,281.
- Jumat (13/11/2009), IHSG naik tipis 6,520 poin (0,27%) ke level 2.426,801.
Investor tampaknya masih berhati-hati untuk kembali mengkoleksi saham-saham. Kenaikan harga saham-saham sebelumnya juga dinilai sudah terlampau tinggi dan mahal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks Dow Jones ditutup menguat 73 poin (0,72%) ke level 10.270,47. Indeks S&P 500 juga naik tipis 6,24 poin (0,57%) ke level 1.093,48 dan Nasdaq naik 18,86 poin (0,88%) ke level 2.167,88. Sepanjang pekan lalu, indeks Dow Jones menguat 2,5%, S&P 500 menguat 2,3% dan Nasdaq naik 2,6%.
Penguatan bursa Wall Street terjadi dalam volume yang sangat tipis, di New York Stock Exchange hanya 985 juta, jauh di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 1,49 miliar. Di Nasdaq, transaksi mencapai 1,90 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 2,28 miliar.
Investor global diprediksi masih akan menghadapi masa yang sulit pada pekan ini. Kurangnya katalis akan membuat pasar saham dilanda kelesuan sepanjang pekan ini.Β
"Kita telah melihat penarikan kembali dari aksi beli, namun tidak ada pengakuan penuh dari penjual juga. Saya kira kita sedang berada di 'tanah tak bertuan'," jelas Jeff Kleintop, analis dari LPL Financial seperti dikutip dari Reuters, Senin (16/11/2009).
Mengikuti kenaikan Wall Street, Bursa Tokyo pagi ini juga dibuka menguat tipis. Indeks Nikkei-225 dibuka menguat tipis 12,5 poin (0,12%) ke level 9.782,46.
Pergerakan bursa-bursa utama dunia yang ragu-ragu itu akan menimbulkan pula keragu-raguan bagi investor di Bursa Indonesia. IHSG pada perdagangan Senin awal pekan ini diprediksi akan bergerak variatif dengan kecenderungan melemah. Investor akan terus memantau pergerakan bursa regional yang juga sedang dilanda kelesuan.
(qom/qom)











































