Pemerintah Cek Kabar Demo Massal Karyawan Indosat 20 November

Pemerintah Cek Kabar Demo Massal Karyawan Indosat 20 November

- detikFinance
Rabu, 18 Nov 2009 10:43 WIB
Pemerintah Cek Kabar Demo Massal Karyawan Indosat 20 November
Jakarta - Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan mengecek kabar rencana demo karyawan PT Indosat Tbk (ISAT) pada saat ulang tahun operator telepon itu pada Jumat, 20 November mendatang.

Demikian hal itu dikemukakan oleh Deputi Kementerian Negara BUMN Bidang Pertambangan, Industri Strategis, Energi dan Telekomunikasi (PISET) Sahal Lumban Gaol saat dihubungi detikFinance, Rabu (18/11/2009).

"Kita belum dengar itu. Lagipula, kita (pemerintah) kan sudah minoritas sekarang. Tapi nanti saya coba cek ke Komisaris dan Direksi apa memang benar begitu," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut kabar yang beredar, serikat pekerja Indosat berencana melakukan demo besar-besaran bertepatan pada hari ulang tahun Indosat. Aksi itu akan digelar setelah sebelumnya muncul kabar akan terjadinya penghentian kontrak sekitar 2000 karyawan outsourcing Indosat.

Mengenai kabar penghentian kontrak secara massal tersebut, Sahala juga mengaku belum mendangat. Menurutnya, hal itu merupakan isu korporasi sehingga tidak perlu melaporkan kepada pemerintah.

"Tentu hal itu ada pertimbangannya, seharusnya mereka juga laporkan ke publik sebagai perusahaan Tbk (terbuka). Nanti saya cek juga," jelasnya.

Sebelumnya, perusahaan telekomunikasi itu dikabarkan memberhentikan karyawan outsourcing. Namun, manajemen menegaskan, pemberhentiannya sudah sesuai dengan kontrak karyawan. Kabar yang beredar adalah karyawan yang mau dirumahkan ini merupakan karyawan di bidang legal, marketing communication, teknik, pelayanan konsumen, dan lain-lain.

Group Head Corporate Communications Indosat Adita Irawati menjelaskan, masalah pemberhentian karyawan outsourcing ini sudah ada dalam kontrak karyawan.

"Di UU ketenagakerjaan, disebut kontrak direview setiap tahun, lalu setelah itu keputusannya ada di perusahaan sebagai pertimbangan," ujarnya.

Pemerintah Indonesia kini tak lagi mayoritas di Indosat. Pemerintah Indonesia hanya menguasai 14,29% saham Indosat. Sementara Qatar Telecom kini menjadi pemegang saham mayoritas setelah membeli 40,8% saham Indosat yang dimiliki oleh Singapore Technologies Telemedia (STT) pada Juni 2008. Qtel melanjutkannya dengan melakukan tender offer sehingga kini menguasai 65% saham Indosat. Sisa saham Indosat dimiliki oleh publik. (ang/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads