Grup Bakrie Jadi Penentu IHSG Lagi

Grup Bakrie Jadi Penentu IHSG Lagi

- detikFinance
Kamis, 19 Nov 2009 08:35 WIB
Grup Bakrie Jadi Penentu IHSG Lagi
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin masih mampu ditutup menguat di tengah bursa regional yang bergerak variatif. Berbalik arahnya saham PT Astra International Tbk (ASII) memberikan kontribusi besar bagi penguatan IHSG.

Pada perdagangan Rabu (18/11/2009), IHSG ditutup mampu menguat 10,440 poin (0,42%) ke level 2.484,229. Indeks LQ 45 juga menguat 2,147 poin (0,44%) ke level 491,260.

Pergerakan IHSG kembali digelayuti oleh sepinya bursa-bursa utama dunia. Investor global masih belum berbondong-bondong lagi mengalirkan dananya dan memilih aksi wait and see.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bursa Wall Street kemarin ditutup melemah tipis dalam volume perdagangan yang tidak terlalu ramai. Investor masih belum yakin seputar proses pemulihan ekonomi.

Pada perdagangan Rabu (18/11/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup melemah tipis 11,11 poin (0,11%) ke level 10.426,31. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah tipis 0,52 poin (0,05%) ke level 1.109,80 dan Nasdaq melemah 10,64 poin (0,48%) ke level 2.193,14.

Bursa Tokyo juga membuka perdagangan Kamis (19/11/2009) dengan ragu-ragu. Indeks Nikkei-225 dibuka hanya naik tipis 15,06 poin (0,16%) ke level 9.691,86.

Pergerakan IHSG pada hari ini masih akan kembali dikuasai oleh grup Bakrie. Kemenangan grup Bakrie yang diwakili Multicapital dan Pemda NTB atas divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) akan memberikan sentimen positif bagi saham-saham kelompok usaha tersebut.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
 
Panin Sekuritas:
 
IHSG akhirnya berhasil ditutup di area positif setelah sempat mengalami tekanan jual dalam perdagangan kemarin. Terlihat perdagangan didominasi oleh saham-saham grup Bakrie yang memberikan kontribusi sekitar 53% dari total volume perdagangan kemarin. Selain grup Bakrie pergerakan indeks juga dibayangi oleh saham Astra yang sangat volatile. Hari ini kami perkirakan indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Tekanan jual diperkirakan masih akan membayangi indeks ditengah ancaman profit taking terhadap saham unggulan. Kami perkirakan indeks akan bergerak dalam kisaran support-resistance 2.460-2.496.
 

Optima Sekuritas:

 
Meskipun mendapat tekanan pada awal perdagangan namun indeks berhasil menguat 10 poin ke level 2.484 di support oleh saham ASII, PGAS, UNVR, SMGR dan BUMI. Investor masih terus akumulasi bluechip mengingat bursa sedang dalam fase bullish. Nilai transaksi cukup moderat mencapai Rp 4 triliun. Indeks masih berpeluang menguat hingga level upper band 2.500 sementara support di 2.460.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads