Mengawali perdagangan, IHSG sempat bergerak ragu-ragu dalam volume perdagangan yang tipis. Investor berhati-hati di tengah bursa regional yang variatif dan tidak adanya katalis utama di pasar.
Pada perdagangan Kamis (19/11/2009) sesi I, IHSG akhirnya ditutup menguat tipis 1,786 poin (0,07%) ke level 2.486,015. Indeks LQ 45 juga menguat tipis 0,346 poin (0,07%) ke level 491,606.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Indeks Komposit Shanghai turun tipis 2,85 poin (0,09%) ke level 3.300,38.
- Indeks Nikkei-225 melemah 92,79 poin (0,96%) ke level 9.584,01.
- Indeks Straits Times naik 27,23 poin ke level 2.772,27.
- Indeks Hang Seng melemah 121,18 poin ke level 22.719,15.
Perdagangan berjalan cukup moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 69.516 kali pada volume 6.181 juta lembar saham senilai Rp 2,089 triliun. Sebanyak 103 saham naik, 69 saham turun dan 58 saham stagnan.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Telkom (TLKM) naik Rp 150 menjadi Rp 9.050, BRI (BBRI) naik Rp 50 menjadi Rp 7.700, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 25 menjadi Rp 2.650, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp 100 menjadi Rp 11.900, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 150 menjadi Rp 17.000.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 750 menjadi Rp 33.500, Delta Dunia Makmur (DOID) turun Rp 60 menjadi Rp 1.680, Semen Gresik (SMGR) turun Rp 50 menjadi Rp 7.600, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 25 menjadi Rp 2.425, PGN (PGAS) turun Rp 25 menjadi Rp 3.850.
(qom/qom)











































