Hal tersebut dikatakan oleh Director Investment Banking Mandiri Sekuritas Iman Rahman dalam konferensi pers Go Public Bank BTN, di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Kamis (19/11/2009).
BTN akan mencatatkan 2.360.057.000 atau setara dengan 27,08% sahamnya di lantai bursa pada 17 Desember 2009. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah Mandiri Sekuritas dan CIMB Securities Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mulai hari ini sampai 3 Desember 2009, saham BTN akan ditawarkan tidak hanya kepada investor dalam negeri, tetapi luar negeri juga.
"Besok kita roadshow lagi ke negara-negara Eropa kecuali Amerika," tutur Iman.
Direktur Utama BTN, Iqbal Latanro mengatakan selain IPO, BTN masih ada 2 program lagi untuk menambah modalnya.
"Kita akan terbitkan obligasi ke-14 dan KIK EBA lagi sehingga ekspansi kredit bisa diatas 20 % di tahun 2010," ujarnya.
Obligasi yang akan diterbitkan BTN sekitar Rp 1,5 triliun dan KIK EBA Rp 1 triliun.
"Kemudian modal akan bertambah dari collection utang dari para debitur hingga totalnya Rp 8 triliun penambahannya," papar Iqbal.
BTN saat ini berhasil mencapai pertumbuhan kredit sebesar 25 %. Seiring dengan membaiknya perekonomian, BTN menargetkan kredit masih akan tumbuh 20 persen pada 2010. Untuk tahun 2009, lanjut Iqbal, BTN menargetkan perolehan laba sebesar Rp 752 miliar.
(dru/qom)











































