Menurut Presiden Direktur DSS Khisna Cahya, perusahaan akan menganggarkan maksimal US$ 15 juta untuk meningkatkan investasi di bidang tambang batubara. Langkah yang sudah dilakukan adalah pembelian saham PT Bumi Kencana Eka Sakti sebesar 48.801 lembar pada bulan 4 tahun ini.
Mulai 2009, perseroan baru fokus dengan sektor ini, dengan mempertimbangkan peningkatan permintaan akan batubara sebagai energi primer murah. Lokasi tambang terdapat di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, dengan luas lahan 300 ha dan cadangan emas hitam sebesar 53,8 juta ton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Produksi batubara untuk pasar dalam negeri, ditaksir sebesar 4-5 juta ton, dan difokuskan untuk anak usaha DSS yang bergerak di power plant industry. Sedangkan untuk pasar internasional akan diekspor ke China, Korea, Thailand dan Jepang.
Sektor power plant perseroan tersebar di Serang, Tangerang, dan Karawang. Dengan total kapasitas produksi 300 MW untuk listrik dan 1.336 ton per jam.
"Tenaga listrik swasta, pada perdagangan di pasar, relatif stabil dan kontrak yang dimiliki berjangka panjang. Tentu ini kedepan memerlukan energi batubara sebagai penggerak," imbuhnya.
(dro/dro)











































