"Dengan membaiknya ekonomi global, maka kami optimis mampu mencapai pertumbuhan 10% pada penjualan," kata Direktur Keuangan PBRX,Fitri Hartono di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta Kamis (19/11/2009).
Dengan target tersebut, Pan Brother memproyeksikan penjualan sebesar Rp 1,73 triliun pada tahun depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk meningkatkan penjualan pakaian jadi, PBRX berencana membeli mesin baru dan perlengkapan produksi lain. Perseroan menyiapkan US$ 50 juta untuk belanja modal mereka pada tahun 2007-2012. Dana sebesar US$ 20 juta itu ditujukan untuk pengembangan PBRX, sedangkan sisanya untuk pembiayaan investasi PT Pancaprima Ekabrothers, sebagai anak usaha mereka. Belanja modal yang terpakai hingga akhir tahun ini, tercatat US$ 20 juta.
"2010 ini, kami mengalokasi US$ 2 juta untuk investasi pengembangan pabrik," jelas Corporate Secretary PBRX Iswar Deni di tempat yang sama.
Kas internal disiapkan untuk dana belanja modal perseroan. Sebanyak 50% sisanya didapatkan dari pinjaman perbankan. Komitmen telah didapatkan dari Standard Chartered Bank, Citibank, dan HSBC Bank senilai US$ 25 juta
Hingga triwulan III-2009, perseroan mencatat laba bersih Rp 33,6 miliar, dengan penjualan berada di angka Rp 1,31 triliun. PBRX juga meraih laba bersih Rp 135,13 miliar pada akhir September 2009.Β Laba usaha operasi berada di angka Rp 43,69 miliar dan laba sebelum pajak Rp 33,74 miliar.
Sayang untuk target laba, Iswar tidak bisa mentargetkan dengan jelas. "Kami tidak bisa memproyeksikan berapa laba bersih hingga akhir tahun atauΒ di 2010, tapi untuk penjualan, kami optimis bisa mencapai target," imbuhnya.
(dro/dro)











































