"Target pembiayaan tahun depan naik tipis dari tahun ini, sekitar Rp 14 triliun," ujar Direktur Keuangan ASF, Hugeng Gozali dalam acara di Water Leaf Lembang, Bandung, Jumat (20/11/2009).
Hugeng mengatakan tahun ini ASF memproyeksikan pembiayaan sebesar Rp 13,5 triliun. Itu artinya, pembiayaan tahun 2010 lebih tinggi 3,7% dari perkiraan tahun 2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk pendanaannya, lanjut Hugeng, akan menggunakan kombinasi kas internal dan pendanaan eksternal. Kebutuhan pendanaan eksternal berkisar hingga Rp 3 triliun.
"Kira-kira pendanaan eksternal Rp 3 triliun. Biasanya, kita terbitkan obligasi, medium term notes (MTN) dan pinjaman perbankan dengan komposisi masing-masing sepertiga," ujarnya.
Namun, Hugeng belum dapat memastikan kombinasinya. Sebab, perseroan masih menunggu kepastian target pertumbuhan perbankan tahun depan.
"Kalau tidak salah perbankan ditargetkan tumbuh 20% di 2010. Itu artinya kucuran kredit perbankan akan besar dan akan mendorong suku bunga menjadi murah. Jadi bisa saja kita tidak terbitkan MTN tahun depan. Pastinya belum," jelasnya.
Pada tahun 2010, ASF akan melunasi utang obligasi dan MTN dengan nilai pokok masing-masing Rp 1,1 triliun dan Rp 200 miliar. Menurut Hugeng, jatuh tempo dua surat utang tersebut tidak menjadi beban perseroan.
"Semuanya akan kita bayar dari kas internal yang terus kita lakukan seperti itu. Kita tidak pernah melakukan refinancing (pembiayaan kembali dengan pinjaman baru). Tidak masalah, karena dijamin dengan tagihan," ujarnya.
(dro/dnl)











































