“Pinjaman bank untuk keperluan pembiayaan tahun 2010 sekitar Rp 4,5 triliun,” ujar Direktur Marketing FIF, Margono dalam acara di Water Leaf Lembang, Bandung, Jumat (20/11/2009).
Menurutnya, pinjaman bank itu akan diperoleh dari sejumlah bank lokal dan asing. Selain pinjaman bank, FIF juga berencana menerbitkan obligasi dan Medium Term Notes (MTN) senilai kurang lebih Rp 2 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain obligasi dan MTN, FIF juga akan melakukan joint financing dengan sejumlah bank yang sudah menjadi rekanan perseroan seperti PT Bank Permata Tbk (BNLI), PT Bank Mega Tbk (MEGA) dan sebagainya.
“Joint financing kurang lebih 40% dari total pembiayaan atau sekitar Rp 6 triliun. Sisa kebutuhan pembiayaan akan dari kas internal Rp 2,5 triliun,” ujarnya.
Seluruh dana perolehan itu akan digunakan untuk mendanai kredit motor perseroan. Tahun 2010, FIF berencana mengucurkan pembiayaan sebesar Rp 15 triliun.
“Pembiayaan tahun depan antara Rp 15-16 triliun,” ujar Margono.
Dana tersebut akan dikucurkan untuk pembiayaan 1,1 juta unit motor senilai Rp 13 triliun, kemudian pembiayaan 220 ribu unit motor bekas senilai Rp 1,4 triliun dan pembiayaan elektronik senilai Rp 1,3 triliun.
Sayangnya perseroan belum dapat membeberkan proyeksi pendapatan dan laba bersih perseroan di tahun 2010. Namun hingga triwulan III-2009, FIF mencatat pendapatan sebesar Rp 3,19 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 571 miliar.
(dro/ang)











































