Pasar masih melihat 2 polemik yang terjadi merupakan isu domestik dan politik. Mereka juga menilai, apa yang dilakukan pemerintah dalam penanganan Bank Century sudah tepat, dan tidak ada lagi perdebatan diantara pelaku pasar, termasuk pengumuman terhadap sikap Presiden SBY terkait rekomendasi Tim 8.
"Kasus Century tidak dilihat pasar sebagai isu penting. Ini merupakan isu domestik, dan dimata pasar jelas sudah tepat. Sama halnya dengan kasus cicak dengan buaya," kata Ekonom Standard Chartered Fauzi Ichsan kepada detikFinance melalui sambungan telepon Minggu (22/11/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelanggaran terjadi, tapi tidak cukup kuat, seperti kalah kliring atau pemilik bank tidak bisa menyuntikkan dana segar," tambahnya.
Saat krisis global terjadi, pemerintah juga tidak bisa begitu saja menutup bank Century. Meskipun pemilik tak mampu lagi menyuntikkan dana baru, karena rasio kecukupan modal (CAR) -35%."Secara langsung tidak bisa ditutup, karena akan berdampak negatif bagi industri perbankan. Bisa-bisa nasabah di bank-bank kecil panik dan menarik semua uang mereka di bank. Justru akan berbahaya. Maka dari itu pemerintah berkeputusan untuk suntik modal ke Century," imbuhnya.
Namun, eksekusi bailout Bank Century lah yang tetap jadi perhatian, meskipun ini tetap menjadi isu politik. "Dana yang menggelembung dari Rp 1,3 triliun menjadi Rp 6,7 triliun, mana mungkin BI (Bank Indonesia) tidak tahu," tambahnya.
Ichsan menambahkan, harus diselidiki dengan tuntas berapa dana bailout yang diperuntukkan sebagai pengganti dana untuk deposan, juga nominal yang disepakati untuk menyuntikkan CAR Century."Selama ada bukti yang sah, bahwa LPS mencairkan dana untuk Century, maka semua baik-baik saja. Tidak ada yang lari ke Parpol (Partai Politik), atau tindak pidana, semua akan baik. Namun itu semua tidak dilihat pasar sebagai isu," imbuhnya.
Ditegaskannya kembali bahwa pasar lebih memperhatikan isu global, yang berdampak langsung terhadap investasi mereka, juga termasuk isu kawasan. "Mereka akan lebih perhatikan isu yang lebih menarik," imbuhnya. (hen/hen)










































