Menurut Presiden Direktur Bhakti Energi Persada Jeffrey Mulyono, rencana IPO tersebut merupakan salah satu dari tiga opsi aksi korporasi dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi.
"Tiga opsi itu kan IPO, pinjaman bank dan strategic partner. Perkembangannya kita sudah punya strategic partner," ujarnya usai raker bersama Komisi VI DPR di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (23/11/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Bhakti Energi hendak melepas sahamnya pada bulan Maret 2010 nanti. Namun, sayangnya ia enggan membeberkan nama perusahaan yang menjadi partner strategis tersebut.
Pada saat IPO nanti, perusahaan tambang itu berencana melepas kepemilikan saham hingga 20 persen. "Kita bicarakan dulu dengan partner strategis," ujarnya.
Rencananya, dana IPO itu akan digunakan untuk belanja modal pembukaan tambang di wilayah Wahau, Kalimantan Timur, dengan jumlah cadangan batubara mencapai 5,7 miliar ton.
Bhakti Energi berdiri tahun 2002 sebagai perusahaan konsultan pertambangan. Pada tahun 2008, perseroan berubah menjadi perusahaan induk dari beberapa konsesi pertambangan.
(ang/dro)











































